Buka Peluang Warga Biasa Jadi Sarjana

by -46 views

METROPOLITAN – Demi bisa membantu masyarakat dan melahirkan generasi muda yang cerdas dan andal, anggota DPRD Kota Bogor Safrudin Bima menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Menarasiswa. Sehingga ada keringanan biaya bagi warga yang ingin menempuk pendidikan perguruan tinggi.

Safrudin mengatakan, hal ini merupakan inovasi agar memberi manfaat bagi masyarakat, sebagai jembatan antara peran politiknya dengan perguruan tinggi. Dari pengamatannya dilapangan, masih banyak generasi muda yang belum ‘masuk kampus’. Saat ini, kata dia, ada 16 warga Tanahsareal yang terdaftar sebagai mahasiswa D3 di STIA Menarasiswa. Dimana kesemuanya tergabung dalam Komunitas Relawan Safrudin (Korsa).

“Nggak cuma dari Tanahsareal. Ada beberapa dari Cilendek, Semplak. Dari kecamatan lain ada yang ikut program ini. Kurang lebih ada puluhan mahasiswa yang sudah lulus,” katanya kepada awak media usai pertemuan dengan STIA Menarasiwa dan warga di Fraksi Amanat Nurani (F.AN) DPRD Kota Bogor, kemarin.

Politisi PAN itu berharap dengan adanya program ini, generasi muda yang berasal dari keluarga biasa, punya harapan menjadi keluarga luar biasa. Mampu memberi kontribusi positif bagi kemajuan Kota Bogor dan Indonesia. “Saya selalu bicara soal kesederhanaan, keterbatasan. Itu juga jangan jadi penghalang untuk jadi luar biasa,” tegasnya.

Terkait kesibukannya yang dipastikan bakal makin padat, ia mengaku tidak bisa jauh-jauh dari dunia kampus. Maka, ia pun tengah mengajukan diri menjadi dosen luar biasa di kampus Menarasiswa. “Supaya bisa fokus. Tapi pada dasarnya saya ini orang akademis, jadi ngga bisa jauh-jauh dari kampus,” paparnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua I Bidang Akademik STIA Menarasiswa, Saprudin menuturkan, kerjasama ini tidak selalu harus dikaitkan dengan unsur politik. Hal ini mesti dilihat sebagai bentuk Coorporate Social Responsibility (CSR) dari kampus untuk meningkatkan sumber daya manusia Kota Bogor. “Ada keringanan biaya bagi warga yang mengambil program studi D3. Ini bentuk CSR kami agar meningkatkan sumber daya manusia,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Adika mengaku program ini sangat bermanfaat bagi dirinya karena membuka peluang untuk menjadi sarjana D3. Apalagi ia pernah masuk perkuliahan tapi hanya berlangsung satu semester karena bekerja. “Nggak sia-siakan kesempatan dari Pak Safrudin, program baik ambil potensi masyarakat. Terima kasih sudah memberi peluang ini,” tutupnya. (ryn/c/yok)