Calon Kades Harus Tinggalkan Politik Uang

by -368 views

METROPOLITAN – Bupati Bogor, Ade Yasin, meminta calon kepala desa yang akan bertarung pada Pilkades Se­rentak 2019 agar meninggal­kan cara lama berupa politik uang dalam mengincar sim­pati publik.

Menurutnya, seharusnya para calon tersebut meng­gunakan cara-cara yang lebih kreatif dan sesuai kebutuhan­nya untuk mengambil sim­pati masyarakat. “Jangan hanya money politics. Desa lebih kecil jadi kepantau semua calon,” kata Ade Yasin saat ditemui usai membuka acara pawai obor di kawasan Pun­cak, Bogor, Sabtu (31/8).

Dia mengatakan, ke­wenangan pilkades sepenuh­nya ada pada Badan Pendam­ping Desa (BPD) dan panitia. Sementara pemkab hanya membantu memfasilitasi, menghindari kegaduhan pada Pilkades Serentak 2019.

Menyoal kemungkinan ter­jadinya politik uang di Pilka­des Serentak, Ade Yasin mengimbau masyarakat lebih dewasa lagi dalam memiliih para calon.

Warga di 273 desa ini harus lebih memahami kapasitas para calon, karena pilkades lingkupnya cenderung lebih kecil. Jangan sampai masy­arakat memilih hanya karena politik uang. “Saya pikir pen­dewasaan masyarakat harus lebih utama, jadi jangan hanya money politics kan desa lebih kecil, harus tahu kapasitas calon,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, dua bu­lan lagi setengah dari total jumlah desa atau 273 desa di kabupaten akan melangsung­kan Pilkades Serentak 2019.

Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi, mendorong Bu­pati Bogor Ade Yasin bisa mencetak kepala desa ber­kualitas supaya dapat mengembangkan potensi desa di Kabupaten Bogor le­wat Pilkades Serentak 2019.

Menurut dia, pilkades itu harus menghasilkan seorang kepala desa yang mampu mendukung visi dan misi bu­pati dan presiden pada umum­nya. “Selama ini, kepala desa cenderung gagal mengelola dan mengembangkan poten­si-potensi sumber daya yang ada di wilayahnya. Itu dilihat dari penggunaan dana desa yang sudah bergulir selama lima tahun, namun belum mampu menciptakan peru­bahan yang signifikan di ting­kat desa,” ucap Yusfitriadi.

Makanya, kata dia, meny­oal visi Bupati Bogor Ade Yasin yang dikemas dalam pancakarsa harus dikemas berbasis pedesaan. Misalnya, smart village, pemberdaya­an BUMDes dan penanganan tata lingkungan berbasis desa, termasuk pengelolaan sampah. “Itu semua harus mampu dikembangkan ke­pala desa,” pungkasnya. (ber/els/py)