Cemarkan Lingkungan, Pabrik Laundry Ditutup

by -51 views

KLAPANUNGGAL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor dan Kodim 0621 kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik yang diduga menjadi penyebab tercemarnya Sungai Cileungsi. Dalam sidak kali ini, petugas gabungan menemukan dokumen rekomendasi UKL UPL palsu dan pabrik yang tidak memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).

”Kami menutup IPAL pabrik laundry di Klapanunggal dan Gunungputri yang tidak memenuhi standar. Kami juga menemukan dokumen rekomendasi UKL UPL bertanda tangan kepala DLH Kabupaten Bogor yang dipalsukan,” ujar Kabid Pengendalian Lingkungan Pencemaran Lingkungan DLH Kabupaten Bogor, Endah Nurmayanti.

Endah mengatakan, manajemen pabrik laundry berkilah dokumen rekomendasi UKL UPL tersebut diperoleh dari konsultan perizinan. ”Manajemen pabrik laundry menyerahkan perizinan ke konsultan. Mereka tidak boleh membuang limbah ke luar lingkungan pabrik, kecuali melibatkan pihak ketiga yang berkompeten mengelola limbah,” ujarnya.

Sri Sumarti, ibu rumah tangga yang tinggal depan pabrik laundry, mengaku sumur air di rumahnya kering karena pabrik memiliki beberapa sumur bor. ”Sumur air di rumah saya kering sejak pabrik itu beroperasi. Airnya sudah kesedot habis oleh pabrik laundry. Kalau untuk mandi, kami dialiri air oleh pabrik. Namun karena kualitas airnya tidak boleh dikonsumsi, kami harus membeli air dua galon per hari untuk keperluan memasak dan minum,” ungkapnya.

Sri menuturkan, keluarganya juga dirugikan asap yang dibuang pabrik laundry. ”Udara atau asap hasil pembakaran mesin steam (broiler) tidak hanya mengotori lantai rumah, tapi juga membuat kepala saya suka pusing-pusing. Kami minta pemerintah daerah mempunyai solusi terbaik agar tidak ada lagi pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Manajer produksi pabrik laundry berinisial M akan memanggil konsultan perizinan untuk diselesaikan secara internal. Pihak perusahaan akan menuntut mereka mengurus dokumen rekomendasi UKL UPL. “Kami akan coba menyelesaikan secara internal dulu masalah dokumen rekomendasi UKL UPL yang palsu tersebut. Yang jelas, akibat pemalsuan ini perusahaan dirugikan secara moril maupun materil,” kata M. (ink/els/py)