China Sokong Kereta Cepat Jakarta-Bandung

by -127 views
PURWARUPA: Miniatur kereta cepat Jakarta-Bandung yang disokong China.

METROPOLITAN – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan mendapat pencairan pinjaman yang kelima kalinya dari China Development Bank (CDB) sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp5,6 triliun (kurs Rp14.190). Pinjaman tersebut akan cair September ini.

CDB merupakan bank yang meminjamkan dana sebesar 75% terhadap seluruh proyek KCIC yang menelan biaya sebesar US$ 6,071 miliar atau setara dengan Rp85,2 triliun (kurs dolar AS hari ini). Sehingga total dana pinjaman dari CBD terhadap proyek ini sebesar US$ 4,553 miliar atau setara dengan Rp63,9 triliun. Pinjaman yang akan cair sebesar Rp5,6 triliun tersebut merupakan bagian dari total pinjaman yang akan dikucurkan CBD terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG).

”Dari pinjaman, loan dari CDB 75%. Sedang proses pencairan tahap berikutnya. Diharapkan bulan ini cair lagi sekitar US$ 400 juta,” ungkap Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra di kantor pusat MRT, Jakarta.

Sebelumnya, KCIC telah mencairkan dana pinjaman dari CDB sebesar US$ 1,11 miliar atau setara Rp15,54 triliun pada Juli 2019 lalu. Chandra mengungkapkan, pinjaman dari CDB ini langsung dibayarkan kepada kontraktor, dan sebagian besar pinjaman dari CDB digunakan untuk membayar kontraktor. Dengan cairnya pinjaman sebesar Rp5,6 triliun tersebut, maka pihaknya akan memasuki tahap ketiga pembayaran kepada kontraktor proyek.

”Ya kalau sudah kepegang ya sekarang kita bayar ke kontraktornya. Jadi pinjaman kita dominan untuk bayar ke kontraktor. Sebetulnya sekarang kita sedang proses pembayaran ke kontraktor yang ketiga. Jadi menunggu pencairan ini,” paparnya. Sebagai informasi, 25 persen pendanaan proyek Kereta Cepat JKT-BDG ini berasal dari ekuitas pemegang saham perusahaan, yaitu PT PSBI dan Beijing Yawan. (dtk/mam/run)