Dewan Ancam Cabut Izin Tirakabo

by -6.3K views

METROPOLITAN – Derby Pasundan antara PS Tira Persikabo melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari berujung ricuh pada Sabtu (14/9). Kedua suporter saling adu jotos hingga merusak fasilitas stadion. Hal ini pun mengundang reaksi dari wakil rakyat di Bumi Tegar Beriman.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari fraksi Golkar, Aan Triana Al Muharom menyayangkan terjadinya kerusuhan yang berujung pada pengerusakan sarana dan prasarana stadion Pakansari. Bahkan, tindak pidana yang mengakibatkan terlukanya pemain Persib bandung. Ia pun meminta kerusakan yang dialami stadion bertaraf internasional serta tercorengnya nama Kabupaten Bogor harus ada yang bertanggung jawab.

Perlu diketahui, menurutnya, saat ini stadion Pakansari yang dibangun Bupati Bogor, Rahmat Yasin telah menghabiskan dana sebesar Rp282 miliar dengan menggunakan dana APBD, saat ini menjadi homebase atau markas dari PS Tira Persikabo. Dengan adanya kerusakan seperti ini, ia mengatakan bahwa akan mengevaluasi kembali MoU antar PS Tira Persikabo dan juga Pemkab Bogor. “Jangan sampai stadion yang dibangun dengan uang rakyat dan rusak karena adanya pengguna kegiatan tapi diperbaiki menggunakan uang rakyat lagi,” katanya kepada Metropolitan.

Keberadaan Pakansari sendiri, menurutnya, lebih penting ketimbang pemasukan dari uang tiket dari pertandingan PS Tira Persikabo di Liga 1 Shopee Indonesia. Sehingga jika memang harus melepas PS Tira dari Pakansari demi terjaganya fasilitas, ia tidak menutup kemungkinan tersebut. “Sangat disayangkan bicara pakansari ketika memang suporter tidak bisa dikendalikan, yang rugi lagi-lagi Pemkab Bogor. Jadi harus dilihat dulu MoU nya, kalau dilihat merugikan, kenapa tidak (melepas PS Tira dari Pakansari),” ucap dia.

Sorotan terhadap panitia penyelenggara (Panpel) juga tidak luput dari Aan. Menurutnya, panpel dan pihak keamanan sudah kecolongan. “Ini berarti mereka (panpel dan keamanan) kecolongan, sampai bisa terjadi keributan didalam stadion,” ujarnya.

Sementara itu, kekecewaan pun datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin. Ia mengaku kecewa atas terjadinya insiden yang sampai memakan korban. Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Pasalnya, saat PS Tira Persikabo menjamu Persija, juga terjadi keributan, walaupun tidak menyebabkan kerusakan tapi tetap saja menurutnya itu adalah hal yang tidak bagus. “Mereka (PS Tira Persikabo) harus bertanggungjawab untuk memperbaikinya seperti semula. Karena mungkin saja sudah ada perjanjian yang disepakati,” katanya.

Ditempat terpisah, Pelatih kepala Tira Persikabo, Rahmad Darmawan juga mengaku sangat menyayangkan tindakan kerusuhan dari dua kelompok suporter. Menurutnya, supoter harusnya bisa bersikap tertib dan memberikan dukungan positif kepada klub kebanggaannya di sisi lapangan.

“Saya tidak bisa terlalu banyak bicara mengenai suporter, karena itu ranah yang berbeda. Saya hanya minta kepada suporter bisa lebih tertib dalam menonton pertandingan,” katanya saat ditemui di Stadion Pakansari, setelah selesai pertandingan, kemarin.

Atas pecahnya keributan yang melibatkan suporter PS Tira Persikabo dan Persib Bandung, Direksi PS Tira Persikabo, Rhendy Arindra yang mewakili manajemen tim menyampaikan permohonan maafnya. Dalam rilis yang disampaikan melalui pesan singkat, ia meminta maaf atas terjadinya penyerangan bus pemain Persib oleh orang yang tidak dikenal.

Ia juga tidak menyangka atas terjadinya penyerangan sepanjang perjalanan dari stadion menuju tempat penginapan. Ia menilai bahwa ada oknum yang bukan suporter dari kedua tim yang menyerang bis tersebut, lantaran lokasi kejadian yang jauh dari stadion. “Apapun itu, ini akan tetap menjadi bahan evaluasi internal kami, dan kami berharap pihak kepolisian melakukan pengusutan kejadian tadi malam (kemarin) yang menimpa bus Persib,” katanya.

Terkait dengan kerusakan yang terjadi didalam stadion, sampai saat ini pihak manajemen tim maupun panpel pertandingan belum memberikan komentar apapun itu. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas Permuda dan Olahraga (Dispora) melalui Kepala Dinasnya, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa sampai saat ini masih dilakukan pendataan dan inventarisir atas kerusakan yang dilakukan oleh para oknum suporter.

Tetapi menurut kasatmata, kerusakan yang ditimbulkan atas terjadinya insiden keributan tersebut adalah copotnya kursi yang berada di tribun Timur, Selatan dan Utara. “Nantinya klub yang akan mengganti dan kita juga akan membantu. Tapi ini adalah sebuah kerugian besar,” katanya.

Terkait dengan masa depan PS Tira Persikabo dalam hal hak penggunaan stadion Pakansari, dirinya yang baru menjabat Kepala Dinas selama satu minggu enggan berkomentar. “Kalau untuk itu saya no komen,” ujarnya.

Sekedar diketahui, kerusuhan pertama kali pecah saat laga memasuki pertengahan babak pertama. Disinyalir hal tersebut karena adanya saling ejek antar kedua supporter tersebut. Diujung babak kedua, saat wasit menuipkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, supporter Persib Bandung atau yang sering dipanggil Bobotoh yang duduk di tribun Timur stadion Pakansari tiba-tiba berlarian kearah tribun Selatan dan Utara yang diisi oleh Kabomania, supporter dari PS Tira Persikabo.

Kejadian tersebut berlangsung cukup lama, bahkan sampai ada kursi yang berterbangan dan juga batu yang dilemparkan. Akhirnya, aparat gabungan yang mengamankan jalannya pertandingan bisa meredam aksi kedua supporter tersebut.

Video dari kericuhan tersebut pun viral dijagat dunia maya. Bahkan buntutnya terjadi penyerangan terhadap bus dari pemain Persib yang dilempari batu oleh oknum yang belum diketahui sampai sekarang keberadaannya, yang mengakibatkan dua pemain persib mengalami luka di bagian kepala.(cr2/d/rez)