Disperdagin Temukan Boraks dan Formalin

by -43 views
DICEK: Petugas Disperdagin Kabupaten Bogor saat sidak di pasar tradisional, kemarin. Hasilnya, masih ditemukan bahan makanan yang mengandung boraks dan formalin.

METROPOLITAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kabupaten Bogor bakal menindak tegas pedagang pasar yang masih menjual zat berbahaya, khususnya bagi pemasok.

Zat berbahaya yang menyebabkan kanker itu di antaranya boraks dan formalin. Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Bogor, Pedri Hariyanto, mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi pedagang yang berani menjual makanan yang mengandung zat berbahaya.

”Sampai saat ini kita hanya memberikan pembinaan kepada pedagang. Kemungkinan ke depan akan kita tindak tegas,” terangnya.

Menurut Pedri, inspeksi mendadak alias sidak yang dilakukan Disperdagin di Pasar Cisarua ini hasil kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan BPOM, dinkes, dinas peternakan dan perikanan serta Polres Bogor.

”Hasilnya, ditemukan bahan pangan yang mengandung boraks berupa bakso, mi kuning untuk mi ayam dan tahu bulat,” tuturnya.

Selain boraks, sambung Pedri, ditemukan pula bahan yang mengandung formalin, seperti mi kuning dan ikan asin cucut. Ada pula yang mengandung zat pewarna kain atau rhodamin, seperti sontong rasa sosis, kembang goyang mentah dan kerupuk dapros mentah.

”Zat tersebut jika dikonsumsi tentu akan menyebabkan kanker. Baru kemarin kita sidak ke Pasar Ciampea. Ke depan, kita sidak ke pasar lainnya,” pungkasnya. (mul/c/yok/py)

Loading...