ICW: Jokowi Ingkar Janji!

by -58 views

METROPOLITAN – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyinggung janji-janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masa kampanye pilpres 2019. Saat debat pilpres, Jokowi-Ma’ruf Amin disebut berjanji ingin memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

”Beberapa hari lagi rezim pemerintahan Jokowi-JK (Jusuf Kalla) sudah selesai, akan berganti dengan Jokowi-Ma’ruf Amin. Kalau kita berkaca, baik itu dalam nawacita dan berbagai statement, Presiden Jokowi selalu menyebutkan ingin memperkuat KPK dan pemberantasan korupsi. Dan ketika Jokowi-Ma’ruf Amin di panggung debat capres kemarin, di debat pertama yang berbicara soal pemberantasan korupsi. Narasinya juga serupa, menguatkan KPK dan keberpihakan pemberantasan korupsi,” ujar peneliti ICW, Kurnia.

Kurnia menyebut Jokowi telah menyetujui sejumlah poin Revisi UU KPK. Jika salah satunya disahkan, sebut Kurnia, maka Janji Jokowi selama masa kampanye akan luntur. ”Kalau Revisi UU ini disahkan, jangankan empat poin yang diungkapkan Presiden Jokowi kemarin, satu poin saja, pasal itu disahkan sebagai satu UU yang baru nanti, maka janji itu sebenarnya sudah luntur. Janji itu sudah tidak ada lagi,” ujar Kurnia.

Kurnia menyebut pelemahan KPK ini akan berimbas bagi ekonomi Indonesia. Ia menyebut akan adanya ketidakpastian hukum bagi para investor yang hendak menyalurkan dananya di Indonesia.

”Kalau kita berbicara soal rezim pemerintahan Jokowi yang memang memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur dan mengundang investorinvestor ke Indonesia dan sudah barang tentu KPK dilemahkan dalam isu pemberantasan korupsi, akan ada ketidakpastian hukum di Indonesia yang akan mengakibatkan tidak ada investor lagi yang ingin menginvest dananya untuk membantu pembangunan di Indonesia. Ini harus menjadi catatan penting dari sisi ekonominya,” lanjut Kurnia.

Saat mencalonkan diri sebagai presiden di pilpres 2014, Jokowi-JK memiliki sembilan agenda prioritas dalam Nawacita. (dtk/mam/run)