Jokowi Diminta Pilih langsung Ketua KPK

by -27 views

METROPOLITAN – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyarankan agar calon pim­pinan KPK nanti dipilih langs­ung oleh presiden. Saran ter­sebut ia ungkapkan terkait Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

”Saya katakan sekali lagi kalau mau keren, Undang-Undang KPK memperkuat itu pimpinan­nya dengan ditentukan oleh presidennya. Lebih enak,” kata Saut di gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/9).

Saut mengatakan, ada bebe­rapa negara yang sudah me­nerapkan sistem pemilihan pimpinan lembaga antiko­rupsi dengan dipilih presiden secara langsung. Dengan sistem tersebut, praktis tanggung jawab sepenuhnya terhadap lem­baga antikorupsi diberikan kepada presiden. ”Jadi kalau ada apa-apa tinggal presiden­nya bertanggung jawab,” kata­nya.

Saut juga mengatakan bahwa KPK tidak bisa berbuat apa-apa terkait sepuluh nama capim yang telah ditetapkan panitia seleksi beberapa waktu lalu. ”Siapa pun yang saya bilang kucing merah atau kucing pu­tih yang masuk, ya kita tidak bisa masuk ke situ. Ini sudah proses politik,” ujarnya.

Namun, Saut meminta ma­syarakat dan pemerintah tetap mengkritik performa calon pimpinan yang nantinya akan dipilih untuk memimpin KPK. ”Siapa pun nanti yang akan dipilih, kita lihat dia tidak akan pernah bisa sesukanya di sini. Dan di sistem nilai KPK sudah jelas, check and balance-nya sudah jelas, Pengawasan Inte­nal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) sudah jelas,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah DPR RI menyebut Revisi UU KPK yang kini telah resmi menjadi usulan inisiatif DPR menawarkan perbaikan terhadap komisi antirasuah tersebut. Tawaran perbaikan terutama diberikan dalam hal perekrutan penyidik dan ke­wenangan penyadapan.

”Banyak penyidik liar, penyi­dik yang bekerja insubordi­nasi. Semuanya karena penyi­dik menganggap dirinya inde­penden dan tidak ada yang awasi. Sadap sendiri, menang­kap sendiri, mengintip sendiri, (sampai, red) menyimpan orang sendiri,” tutur Fahri. (cn/mam/ run)