Kemendikbud Gandeng Samsung

by -55 views
MUSYAWARAH: Kemendikbud saat berbincang dengan perusahaan TI di Jakarta. Musyawarah tersebut untuk menjalin kerja sama.

METROPOLITAN – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan perusahaan teknologi informasi (TI), Samsung untuk menyongsong perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Upaya tersebut merupa­kan tindak lanjut dari rencana Kemendikbud menerapkan program digitalisasi sekolah di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Mene­ngah Atas (SMA), khususnya di wilayah tertinggal, terluar, ter­depan (3T).

“Kami bersama Samsung te­lah mempersiapkan program digitalisasi sekolah. Nantinya akan ada 1.753.00 tablet yang dibagikan ke 36.000 sekolah, terutama daerah pinggiran, dan sekolah yang menunjukkan kinerjanya bagus,” kata Sekre­taris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi.

“Skema digitalisasi ini lagi dibahas. Untuk tahun 2019 akan ada distribusi secepat­nya. Dananya ada di sekolah melalui BOS. Jadi sekolah yang beli tab sesuai spesifikasi yang kita tentukan melalui katalog. Uangnya bukan dari sini, dari sekolah,” ungkapnya.

Selain soal digitalisasi se­kolah, kata Didik, dalam per­temuan tersebut juga dibahas tentang merevitalisasi sekolah, terutama SMK (Sekolah Mene­ngah Kejuruan). “SMK kita harus diselaras­kan dengan kebutuhan indus­tri. Kurikulumnya adaptable dan anak-anak belajar teknolo­gi terbaru. Jadi ketika lulus me­reka siap dengan teknologi ter­baru,” ujar Didik.

Ia menambahkan, selain membahas soal kurikulum dan pembelajaran untuk SMK, ada juga pembahasan pro­gram-program pelatihan dan magang bagi para guru dan juga siswa. Ia berharap adanya keterlibatan industri juga bisa mewadahi para lulusan SMK untuk bekerja di industri ter­sebut.

Sementara itu, Wakil Pre­siden Samsung Electronics Indonesia, Kang Hyun Lee, mengatakan pihaknya sudah tiga tahun menjalin kerja sama dengan Kemendikbud. Hingga saat ini, Samsung telah menja­lin kerja sama dengan jurusan teknik komputer jaringan di 66 SMK.

Lee menyebutkan bahwa pihaknya siap untuk terlibat dalam program-program pe­merintah khususnya di bidang pendidikan. “Kami bisa be­kerja sama dengan Kemendik­bud untuk program digitalisasi sekolah. Karena dalam waktu pendek, kami juga ada rencana membagi gadget ke sekolah,” tambahnya.

 Siapkan Konten

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudaya­an (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengatakan selain membagikan gadget, Ke­mendikbud juga telah menye­diakan sumber utama untuk pembelajaran yaitu platform Rumah Belajar yang telah di­siapkan Pusat Teknologi Infor­masi dan Komunikasi Pendi­dikan (Pustekkom).

Menurutnya selama dua ta­hun berjalan Rumah Belajar telah mengalami pembehanan agar bisa memadai sebagai pal­tform belajar. “Kalau kita bagi-bagi alat, tapi kontennya tidak tersedia kan lucu. Kemendik­bud sebagai leading sector ha­rus memastikan alat tersebut digunakan untuk pembelaja­ran lewat digital dan tentu ha­rus akan menyediakan konten­nya,” katanya.

Selain kesiapan infrastruk­tur, juga akan ada persiapan terkait guru agar pembelajaran dalam digitalisasi sekolah bisa maksimal. Pelatihan tersebut akan diprioritaskan pada guru yang mengajar di sekolah-sekolah yang mendapat ban­tuan pada tahap awal.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Supriano, me­mastikan pelatihan guru da­lam digitalisasi sekolah, konten dan isinya tetap menyesuaikan masalah di zona. Dengan de­mikian, guru bisa menguasai critical thinking, kolaborasi, inovasi, dan kreativitas pem­belajaran yang bisa diberikan pada setiap siswa.

“Untuk pelatihan, muatan yang ada yaitu 70 persen un­tuk pedagogik dan 30 persen sisanya adalah untuk konten. Pelatihan akan dilakukan di masing-masing zona dengan input hasil Ujian Nasional dan masalah di masing-masing zona,” pungkasnya. (kj)