Lagi, DLH Semen Saluran Limbah Pabrik Penyumbang ‘Bau Kentut’

by -30 views
SIDAK: DLH Kabupaten Bogor kembali melakukan penutupan pipa pembuangan limbah milik salah satu pabrik di Gunungputri.

METROPOLITAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor kembali menutup permanen pipa pembuangan milik perusahaan yang diduga membuang limbah ke Sungai Cileungsi hingga menyebabkan sungai bau menyengat seperti ‘bau kentut’.

Penutupan saluran limbah itu dilakukan dengan cara disemen.

Ada 24 pabrik yang diduga membuang limbah ke Sungai Cileungsi. Delapan di antaranya sudah ditutup sejak 29 Agustus 2019.

Kemarin DLH menutup dua saluran limbah pabrik lagi. Sekretaris DLH Kabupaten Bogor Anwar Anggana mengatakan, penutupan itu merupakan lanjutan dari rangkaian inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu.

Tindakan tegas diterapkan guna mengantisipasi semakin tercemarnya Sungai Cileungsi oleh limbah industri. Anwar mengaku belakangan ini air Sungai Cileungsi kerap terlihat menghitam. Banyak warga bantaran sungai mengeluh karena mencium bau menyengat tak sedap.

Menghitamnya sungai diduga tercemar limbah industri dan juga limbah rumah tangga. “Penutupan saluran buang limbah dua industri itu merupakan bagian dari tindakan tegas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, sesuai instruksi Bupati Bogor Ade Yasin,” ucap Anwar Anggana kepada wartawan, kemarin.

Menurut Anwar, dua saluran limbah pabrik yang kemarin ditutup yakni milik PT IB di Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, dan PT ABC di Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal. “Rencananya pada Kamis nanti jadwal dua lagi perusahaan yang akan dilakukan penutupan pipa yang diduga pembuang limbah,” sambungnya.

Anwar menjelaskan dari 24 perusahaan yang sudah masuk data ke DLH Kabupaten Bogor masih dalam proses revisi hari dan tanggalnya untuk penutupan.

“Tapi dari 24 perusahan itu sudah menjadi target DLH Kabupaten Bogor. Saya berharap agar sistem pengelolaan air limbah di perusahaan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman mendukung langkah tegas Pemkab Bogor. Ia meminta pengawasan lebih ketat terhadap Sungai Cileungsi.

”Selain penindakan, saya meminta DLH Kabupaten Bogor melakukan langkah-langkah pemulihan lingkungan agar sungai menjadi baik. Sehingga kualitas air sungai menjadi baik,” pungkas Puarman. (mul/c/ram/run)