Lagi, Mi Berformalin Beredar di Bogor

by -55 views

METROPOLITAN – Peredaran mi dengan kandungan zat kimia berbahaya jenis formalin dan boraks kembali jadi sorotan. Keberadaannya pun kembali diungkap aparat kepolisian.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengaku pihaknya meringkus tiga tersangka di tiga lokasi berbeda. Pabrik pembuatan mi dengan bahan berbahaya itu nyatanya telah beroperasi selama dua tahun. ”Pabriknya ini per hari menghasilkan sekitar 5 ton mi,” tutur Dedi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Dedi menyebut lokasi pemasaran mi dengan bahan formalin itu mencakup DKI Jakarta dan sejumlah kawasan di Jawa Barat, meliputi Bandung, Cianjur, Bogor, Bekasi dan Sukabumi. ”Ini digunakan biasanya mi bogor, mi di bakso, kemudian bahan makanan dengan mi lainnya,” jelas Dedi.

Wadirtipidter Bareskrim Polri Kombes Agung Budijono menambahkan, pihaknya melakukan pengintaian terhadap tiga pelaku selama dua minggu.

Hasilnya, penangkapan dilakukan di Citamiang, Sukabumi, pada 5 September lalu, dengan tersangka berinisial M (57). Kemudian tersangka AS (53) dibekuk di Karang Tengah dan RH (39) di Cugenang, Cianjur.

Di salah satu Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku menggunakan boraks, yang dicampur dalam mesin pengaduk adonan, kemudian adonan tersebut dicetak dalam mesin pencetak mi. Masyarakat pun diminta waspada dengan peredaran mi berbahan formalin dan boraks ini. Terlebih dalam kasus ini sulit membedakan antara mi berbahan baku aman konsumsi dengan yang mengandung zat kimia berbahaya.

”Secara kasat mata nggak kelihatan. Tapi bisa dicek lewat tekstur kekenyalannya,” papar Agung.

Para tersangka dikenakan Pasal 136 huruf b Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar dan Pasal 8 Ayat (1) huruf 3 Jo Pasal 62 Ayat (1) Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar.

Menindaklanjuti beredarnya mi berformalin, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Kadis Perdagin) Kabupaten Bogor Nuradi ikut angkat bicara. Ia menegaskan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan survei di seluruh pasar di Bumi Tegar Beriman.

“Kami akan beli makanan yang diduga mengandung formalin dan boraks. Setelah itu akan kami serahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk dicek di laboraturium, untuk mengetahui makanan tersebut mengandung zat kimia berbahaya atau tidak,” tuturnya, kemarin.

Nuradi menjelaskan, apabila benar ditemukan nanti, pihak Polres Bogor yang akan menegakkan hukum kepada penjual makanan berbahan dasar formalin itu. Survei, peninjauan dan pemantauan ke setiap pasar akan langsung dilakukan segera mungkin.

“Saya perintahkan secara langsung agar bidang yang mengurusi soal ini lebih spesifikasi dalam pemantauan barang-barang (bahan sembako, red) yang masuk ke Bogor. Tujuannya supaya kejadian di Jakarta tidak terjadi di Bogor. Bahaya kalau sampai ditemukan di Bogor. Masyarakat (pembeli, red) menjadi korban,” pungkasnya. (yos/c/ lip/mam/run)