Lurah Diminta Laporkan Tumpukan Sampah di Jalur Kereta

by -26 views

CITEUREUP – Warga yang tinggal di perbatasan Kelurahan Puspane­gara dan Desa Gunungputri mengelu­hkan tumpukan sampah yang meng­gunung di sekitaran rel kereta api Stasiun Nambo, Kabupaten Bogor. Meskipun sudah berkali-kali dilapor­kan, namun tak ada satu pun petugas yang mengangkut atau membersih­kannya, akibatnya bau busuk semakin menyengat hingga ke pemukiman.

Kepala Unit Pengelolaan Sampah I, Cibinong, Usep Supriatna menyebut, hingga saat ini pihaknya belum me­nerima laporan pengangkutan dari Pemerintah Desa Gunungputri, mau­pun kecamatannya itu sendiri. “Pro­sedurnya seperti itu. Hingga saat ini belum ada surat laporan. Kalau pun ada kami pasti angkut,” terang Usep.

Menurut Usep, hal ini juga berkaitan dengan aparatur wilayah setempat seperti, ketua RT dan RW. Para apa­ratu mestinya membuat laporan ada­nya penumpukan sampah di ling­kungan, yang kemudian laporan tersebut nantinya akan diteruskan pemerintah desa (Pemdes) ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) “Kan bisa lapor ke desa. Nanti pemerintah desa yang buat laporan pengangkutan ke kami,” beber Usep.

Usep menilai, kondisi sampah meng­gunung yang ada di wilayah tersebut, diharuskan menggunakan alat berat. Kecil kemungkinan, jika melakukan tenaga warga untuk membersihkan tumpukan sampah ini. Meski begitu, Usep menyarankan, untuk wilayah perbatasan ini hendaknya diberikan solusi berupa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) untuk tiap rumah. TPS tersebut, kata Usep, dapat diajukan Pemdes atau kecamatan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sementara, Sekretaris Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Anwar Anggana menyebutkan, pemerintah wilayah seharusnya dapat memberikan edukasi ling­kungan kepada masing-masing masyarakat, seputar Residu, Reuse, dan Recyle (3R). Selain itu, jika para pelaku tak kunjung medapat efek jera, maka sanksi harus diber­lakukan. (rb/els)