Makan Gudeg di Warteg, 110 Buruh Keracunan Massal

by -53 views
DIRAWAT: Sejumlah buruh pabrik di Sukabumi keracunan massal usai menyantap makan siang di salah satu warteg yang tak jauh dari pabrik.

METROPOLITAN – Ratusan buruh pabrik yang bekerja di PT Royal Puspita di Kampung Sundawenang, Kabupaten Sukabumi, keracunan massal usai menyantap makanan yang dibeli di warung dekat pabrik pada Selasa (10/9).

Penyebab keracunan massal buruh pabrik yang berada di RT 42/18, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, itu diduga dari makanan yang dikonsumsi saat istirahat jam makan siang. Awalnya hanya bebe­rapa orang yang merasa mual, pusing hingga muntah dan bolak-balik bu­tuh satu jam, jumlah buruh yang mengalami keracunan menang air besar. Tetapi setelah jadi 112 orang. ­

”Saat istirahat atau sekitar pu­kul 12:00 WIB, kami makan di warung dekat pabrik. Di tempat makan itu ada sejumlah varian makanan, salah satunya gudeg nangka. Awalnya setelah me­nyantap makanan, tidak te­rasa apa-apa. Namun sekitar satu jam kemudian, saya dan ratusan karyawan lainnya tiba-tiba pusing dan mual,” kata salah seorang buruh yang juga korban keracunan.

Dari data sementara, ada 41 korban yang dirawat di RS Alta Medika dan 71 orang lain­nya dirawat di Puskesmas Parungkuda. Kondisi korban kebanyakan kehilangan cairan, bahkan sebagian besar dari mereka harus diinfus.

Hingga kini, sejumlah buruh sudah ada yang diperbolehkan pulang dan kondisinya mem­baik. Namun, puluhan lainnya masih berada di rumah sakit dan puskesmas karena kon­disinya masih lemah.

Muspika Parungkuda, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan Puskesmas Parungkuda, masih berada di lokasi dan sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut. Kondisi kesehatan sebagian besar buruh PT Roy­al Puspita di Kampung Ang­krong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga men­galami keracunan pada Selasa (10/9) sekitar pukul 13:30 WIB itu kini mulai membaik dan sebagian sudah pulang.

”Sebagian buruh yang menga­lami keracunan sudah membaik dan pulang, namun beberapa orang lainnya masih menda­patkan perawatan medis ka­rena kondisi tubuhnya masih lemas,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (Pusdalops BPBD) Kabu­paten Sukabumi Daeng Su­tisna di Sukabumi.

Menurutnya, keracunan massal buruh pabrik satu jam setelah ratusan buruh tersebut istirahat dan menyantap makanan di warung milik pria berinial O (45) yang berada di dekat pabrik. Setelah menyantap makanan siang berupa ikan, tempe, cue, daging ayam dan sayuran lain­nya pada pukul 13:00 WIB, semua karyawan kembali masuk be­kerja seperti biasa.

Tidak lama kemudian, buruh yang menyantap makanan di warung milik O tersebut mera­sakan pusing dan muntah-muntah. Bahkan jumlah buruh yang merasa mual dan muntah-muntah kian bertambah. Pihak perusahaan pun merujuk pe­kerjanya itu ke Klinik Alta Med­ika dan Puskesmas Parungkuda.

Jumlah buruh yang mengalami keracunan sebanyak 110 orang terdiri dari laki-laki 50 orang dan perempuan 61 orang. Un­tuk yang dirawat di Klinik Alta Medika 41 orang, sementara di Puskesmas Parungkuda 70 orang.

Sementara itu, Kapolsek Parung­kuda Kompol Maryono menga­ku pihaknya sudah mengin­struksikan kepada jajarannya untuk mengambil sampel ma­kanan dan diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk diuji labora­torium. ”Kami sudah meminta keterangan dari sejumlah ka­ryawan perihal keracunan mas­sal buruh PT Royal Puspita, sembari menunggu hasil pe­meriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebabnya,” katanya. (an/dtk/mam/run)