Momen Pacu Semangat dan Mawas Diri

by -11 views

METROPOLITAN – Buat Lurah Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Tb Taufik Rahman, Hari Raya 10 Muharram atau seringkali orang menyebutnya dengan Lebaran-nya anak yatim, bukan perayaan atau hari besar Islam semata. Tapi lebih dalam dari itu, mengingatkan ia pada masa lalu, sejak awal perjuangan berkiprah sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, hingga akhirnya jadi pimpinan wilayah seperti sekarang. Dimana ia berjuang sebagai seorang anak yatim.

Laporan : Ryan Muttaqien

Tak aneh, menyambut Hari Raya 10 Muharram 1441 Hijriah tahun ini, Kelurahan Katulampa kembali melakukan kegiatan santunan dan membagikan bantuan kepada 200 anak yatim piatu dari 115 RT dan 21 RW se-kelurahan Katulampa, di aula kelurahan Katulampa, kemarin (10/9).

Lurah Katulampa Tb Taufik Rahman mengatakan, tujuan santunan sebagai bentuk kepedulian berbagi dengan sesama, serta memberikan perhatian lebih kepada anak yatim piatu se-kelurahan Katulampa. Selain itu, ia juga bersyukur mendapat sokongan dana dari tokoh masyarakat setempat untuk memberikan bantuan.

“Kita harus taruh perhatian lebihq kepada anak yatim piatu, kewajiban untuk selalu memberikan kepedulian kepada sesama, terlebih anak yatim. Disitulah doa-doa sampai menembus langit,” katanya saat ditemui Metropolitan, di ruangannya, kemarin.

Maka, sambung Taufik, bantuan ini selalu dilakukan tiap tahun untuk anak-anak yang terdata sebagai anak yatim, demi kelangsungan hidup mereka. Tak cuma itu, ia bercita-cita agar tahun depan, pihaknya tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk uang atau barang saja, tetapi ada program sekolah untu anak yatim piatu. “Agar di wilayah kita ini, jangan sampai ada anak yatim yang putus sekolah. Itu cita-cita besar yang ingin kami wujudkan,” paparnya.

Bukan tanpa alasan, Lebaran Anak Yatim tiap tahun seringkali membuatnya terenyuh lantaran ingat perjuangan sebelum bisa meraih posisi seperti sekarang, berjuang sebagai anak yatim. “Makanya nggak mungkin lupa, saya ingat masa lalu, saya ingin mereka juga tidak patah semangat. Ada contoh bagaimana sukses bisa diraih dengan keterbatasan,” tuntas Taufik. (ryn/c/yok)