Negara Tidak Boleh Kalah: Kapolda Papua, Perintahkan Tak Pakai Senjata

by -10,505 views

METROPOLITAN – Kerusuhan yang terjadi belakangan ini di Papua dan Papua Barat membuat aparat dari Polri-TNI terus menjaga bumi cendrawasih itu. Namun, dalam penjagaan keamanan disana, aparat tidak boleh menggunakan senjata dalam mengamankan aksi-aksi demonstrasi. Hal ini dilakukan agar tidak ada korban jiwa lagi di Papua dan Papua Barat.

Seperti diberitakan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja menegaskan bahwa tak ada pembiaran terhadap aksi massa. Menurutnya, polisi saat itu telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, bahkan dirinya juga terlibat mengawal para aksi massa.

“Saya menahan anggota saya untuk melepaskan tembakan, itu atas perintah atasan agar tidak menimbulkan korban jiwa dalam aksi pada Kamis (29/8). Karena, jika ada peserta aksi masa yang meninggal maka itu menjadi pintu masuk bagi mereka. Saya berharap, tidak ada yang negatif thinking untuk kita,” tegas Kapolda saat acara tatap muka Kapolri dan Panglima dengan tokoh masyarakat paguyuban di tanah Papua, Kamis (5/9).

Ia menjelaskan, kehadiran ribuan anggota di Papua khususnya di Kota Jayapura saat ini untuk menjamin keamanan masyarakat pasca aksi unjuk rasa berakhir anarkis dan tidak ada operasi militer yang dilakukan.

Mantan Kapolda Papua Barat ini mengajak masyarakat Papua untuk merajut kembali kesatuan dan persatuan yang sudah, dan pengguyuban wajib untu memberikan informasi serta bekerjasama untuk menjaga tanah Papua. “Negara tidak boleh kalah dari orang-orang yang ingin memisahkan Papua dari NKRI, mari bergandengan tangan untuk menjaga keamanan di Papua dan jangan membebankan itu pada aparat saja melainkan keterlibatan semua komponen masyarakat,” tutur Kapolda.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Pandit Simbiring mengatakan TNI-Polri memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat Papua melalui kehadiran pasukan yang sudah ada di Papua saat ini. ”Dalam suatu konflik, siapapun yang menang dan yang kalah tidak membawa manfaat bagi kedua belah pihak, yang ada hanyalah kesedihan,” ungkapnya.

Ia meminta masyarakat untuk menghindari kegiatan kelompok yang memberikan hasutan ujaran kebencian dan mari tatap kedepan.

Di tempat yang sama, Sekertaris Umum Flobamora Provinsi Papua Agripa Wali mengatakan forum komunikasi lintas budaya bersepakat untuk tidak melakukan aksi-aksi tambahan. Karena, akibat dari demo kemarin banyak menelan korban jiwa dan mengakibatkan trauma serta sempat membuat perekonomian lumpuh.“Mari mengedepankan Papua tanah damai,” tuturnya.