Ngaku Dicurangi, Pendukung Balon Kades Turun ke Jalan

by -31 views

METROPOLITAN – Sejumlah pendukung salah satu Balon Kades di Desa Hambalang melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang komplek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kemarin. Aksi ini mereka gelar lantaran balon kades dukungannya tidak lolos dalam Pemilihan Pilkades serentak 2019 Kabupaten Bogor.

Aksi ini sendiri dilakukan mereka di tiga titik berbeda. Pertama, aksi digelar di kantor Desa Hambalang. Lalu, berlanjut di kantor Kecamatan Citeureup. Kemudian, berakhir di depan komplek Pemkab Bogor.

Kordinator aksi yang juga pendukung salah satu Balon Kades di Desa Hambalang, Wildan, meminta pemerintah mengambil tindakan tegas lantaran diduga ada kecurangan saat seleksi tambahan bakal calon kades Hambalang. Sebab, proses Pilkades di Desa Hambalang sudah dinodai oleh panitia penyelenggara dengan menggungurkan calon dukungannya.

“Kami sebut ini pendzoliman oleh panitia kepada warga, maka kami datang kesini menuntut kepada Bupati untuk turun tangan. Jangan sampai kongkalingkong ini terus merusak pesta demokrasi warga masyarakat, karena kalau ini dibiarkan bisa terjadi benturan atau gesekan yang hebat di masyarakat,” katanya.

Padahal, menurutnya, Cakades dukungannya tersebut secara administrasi memiliki keunggulan dibandingkan dengan Cakades yang lainnya. Sejak Pansel Pilkades dilimpahkan ke tingkat kecamatan dan Desa, Wildan juga menyebut, tingkat kecurangan dan permainan alias kongkalingkong panitia dengan Cakades sangat rentan terjadi.

Terlebih dia menyebut, sumber daya manusia (SDM) panitia tidak begitu memahami arus aspirasi warga yang meminta keterbukaan informasi publik. “Intinya kami meminta benih-benih yang akan menyebabkan perselisihan di masyarakat ini harus dihentikan. Ini semua kita lakukan untuk semua warga masyarakat, khususnya untuk menjaga stabilitas dan kemajuan Kabupaten Bogor,” ucap dia.

Setelah melakukan aksi demonstrasi, akhirnya perwakilan dari warga tersebut, diterima oleh Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Reinaldi, yang didampingi beberapa pejabat lainnya. Dalam diskusi yang digelar didalam gedung Setda Kabupaten Bogor, nyatanya para demonstran lebih terang-terangan menyebutkan bahwa ada ‘main mata’ antara Cakades dengan panitia penyelenggara di tingkat Kecamatan.

Warga pun menuntut dilakukannya tes ulang terhadap semua calon Kepala Desa dengan disaksikan perwakilan dari Pemkab Bogor. Namun, semua tuduhan itu dimentahkan oleh Aspem, Reinaldi yang mengatakan bahwa semua proses yang sudah dilalui dan juga yang sedang dijalani saat ini sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

“Tapi kalau memang dari forum ini bisa melampirkan bukti bahwa ada kecurangan sebelum hari kamis (19/9) nanti, maka kami siap memfasilitasi keinginan warga yaitu dilakukannya tes ulang,” kata Reinaldi.(cr2/c/rez)