Pemkab Bogor Bangun TOD di Empat Lokasi

by -

METROPOLITAN – Mengusung program The City of Sport and Tourism, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kian getol mengembangkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan bagi Bumi Tegar Beriman untuk membuat nyaman masyarakatnya dan menggaet para wisatawan.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, potensi wisata yang ada di Kabupaten Bogor harus didukung infrastruktur yang memadai bagi penunjang kenyamanan wisatawan yang datang. Karena itu, lanjut Ade, Pemkab Bogor menggelar pertemuan dengan Podomoro Grup yang sudah memiliki Transit Oriented Development (TOD) di wilayah Gunungputri. “Percepatan TOD ini untuk membuka potensi wisata yang ada di wilayah-wilayah,” katanya kepada Metropolitan.

Selain di Gunungputri, nantinya TOD akan dibangun juga di Sentul, Cibanon dan Susukan. Hal itu karena di wilayah tersebut menjadi wilayah pengembangan transportasi sesuai Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang diusung Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Hadirnya TOD, selain untuk membuka akses dari satu wilayah ke wilayah lainnya, ternyata juga bisa menjadi manfaat bagi pemkab dari segi pendapatan. Sebab, dalam proyek TOD ada sebuah mal atau pusat perbelanjaan, lalu apartemen, parkir dan juga jalur transportasi. “Ini akan menjadi proyek jangka panjang Pemkab Bogor dalam hal menggandeng investor,” ujarnya.

Ade Yasin juga mencatat saat ini kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor baru mencapai 7,3 juta pengunjung setiap tahunnya. Karena itu dengan kehadiran TOD diharapkan bisa meningkat sampai 10 juta pengunjung pada 2023 nanti.

Dengan luas wilayah 2.966,8 km persegi, dengan jumlah 40 kecamatan, 416 desa dan 19 kelurahan, kehadiran TOD juga bisa menjadi penyambung titik wilayah pariwisata yang tersebar di ujung-ujung Kabupaten Bogor. “Kita ingin memindahkan pusat pariwisata dari Puncak ke wilayah lain yang memiliki potensi tidak kalah seperti di Puncak. Contohnya di Malasari, Sentul dan Pongkor,” imbuhnya.

Puncak yang sudah hampir mengalami titik jenuh dengan 81 titik kemacetan, menurut Ade Yasin, harus segera dipindahkan pusat pariwisata di Kabupaten Bogor. Selain dengan hadirnya TOD, Jagorawi II dan juga Bogor Ring Road, perpindahan transportasi juga akan lebih mudah nantinya di Kabupaten Bogor.

“Dalam RPJMD sudah jelas bahwa pada 2023 nanti semua akses akan terbuka, mulai dari Kedunghalang sampai Kemang, lalu ada Depok yang akan mengarah langsung ke Susukan dan terakhir adalah Susukan ke Dramaga,” pungkasnya. (cr2/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *