Perokok Bakal Ditindak Ditempat

by -6K views

METROPOLITAN – Penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terus digalakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kemarin, belasan pelanggar langsung ditindak petugas gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beserta Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Pemberian tindak pidana ringan (Tipiring) diberikan petugas kepada 15 pelanggar, saat melakukan sidak penegakan Perda KTR di kawasan Mall BTM Kota Hujan. Pengunjung, tenan mall, hingga angkutan umum, menjadi titik fokus oprasi petugas gabungan kemarin pagi.

“Sidak tipiring kali ini menyasar para pengunjung Mall BTM, serta para karyawan,” kata Kepala Satpol PP Kota Bogor Heri Karnadi, kepada awak media kemarin.

Heri mengatakan, rata-rata yang terjaring pada oprasi tersebut, merupakan pengunjung dan para penumpang angkutan umum. Menurutnya pelanggaran Perda KTR di mall banyak terjadi, saat memasuki istirahat bekerja dan makan siang.

“Di bawah jam istirahat saja kita sudah banyak mendapatkan pelanggar, apalagi nanti pas jam makan siang mungkin kita bisa dapat lebih banyak lagi,” ujarnya.

Dalam satu kali oprasi, sambung Heri, biasanya mereka dapat mengamankan 20 hingga 30 pelanggar Perda KTR. Untuk saat ini, fokus pihaknya adalah menyasar sejumlah tempat keramaian hingga pusat perbelanjaan.

“Biasanya dalam satu titik oprasi kita bisa mengamankan 20 hingga 30 pelanggar. Rata-rata yang terjaring biasanya para supir angkutan umum dan penumpangnya,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah menjelaskan, kegitan tersebut merupakan salah satu implementasi dari penegakan Perda KTR. Terlebih, pasca revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2018, tentang perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun 2009 mengenai Kawasan Tanpa Rokok Kota Bogor. “Sosialisasi dan penindakan seperti ini harus terus dilakukan secara kesinambungan,” singkatnya.

Ia menilai, penegakan Perda KTR akan efektif jika peran serta dan pengawasan dari masyarakat hadir dalam kebijakan ini.

“Sebenarnya tugas ini bukan hanya pada Dinas Kesehatan saja, masyarakat juga harus ikut ambil bagian dalam penanganan kasus ini, karna ini untuk kesehatan semua. Sosialisasi dan penindakan juga harus terus berjalan, demi suksesi Perda KTR ini,” tegasnya.

Dirinya juga sangat menyayangkan, banyaknya pengguna dan pelaku angkutan umum yang masih melanggar aturan tersebut. Disinggung soal sangsi, Rubaeah mengaku, untuk tipiring tindak ditempat biasanya akan diberikan sangsi denda sebesar 50 ribu, hingga ancaman kurungan dua hari. “Makannya sangsi tindakan di tempat harus terus digalakan, berbarengan dengan pemberitahun kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, Kota Hujan adalah salah satu kota terdepan dalam penegakan Perda KTR. “Meski sudah cukup banyak kota yang sudah menerapkan Perda KTR, tapi yang membedakan Kota Bogor dengan kota lainnya adakah penegakan dan penindakan Perda itu sendiri. Jadi yang membedakan kita adalah soal penindakannya,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kota Hujan itu juga berpesan kepada dinas terkait, untuk senantiasa mengadakan tipirin minimal satu bulan sekali.

“Perda KTR bisa dimiliki oleh kota dan daerah mana pun. Tapi saya akan menghimbau agar tipiring ini dilakukan minimal satu kali setiap bulan, sebagai bentuk penegakan Perda KTR di Kota Bogor,” tutupnya. (ogi/c/yok)

Loading...