Polisi Bongkar Praktik Penjualan Materai Palsu via Toko Online

by -24 views

METROPOLITAN.id – Polres Pelabuhan Tanjung Priok membongkar penjualan materai palsu yang dijual lewat toko online. Materai dengan pecahan Rp3000 dan Rp6000 ini dijual bebas dengan harga yang jauh dari aslinya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini hasil penyelidikan anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok kepada salah satu akun di toko online yang menjual materai.

Materai palsu dijual dari toko online dengan akun penjual Chandra Siregar.

“Kita kembangkan dan kita temukan tersangka R. Dia ditangkap dari penemuan materai R banyak sekali materai di daerah Depok,” ujar Argo didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung, Rabu (11/9).

Argo menyebut, toko online yang menjadi sarana penjualan bernama Shopee. Lewat aplikasi itu, tersangka menjajakan barang dagangan palsu tersebut.

“Ada beberapa yang disimpen di rumah. Kalau orang pesan di Shopee, R yang bawa barangnya. Tapi setelah R didalami, diperiksa, dia itu bukan pembuat,” katanya.

Argo menerangkan, peran R hanya sebagai kurir. Namun ia tahu jika materai itu palsu dan dijual dengan harga di bawah standar jual.

Belakangan, pelaku pembuat ternyata sudah lebih dulu diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik rencananya akan memintai keterangan pelaku pembuat pelaku tersebut.

“Pelaku ternyata sudah dtangkap di Polres Metro Jakarta Selatan.Untuk penjual di toko online masih dalam pencarian,” paparnya.

Argo menyebutkan jaringan materai palsu sudah beroperasi sejak 2 tahun lalu dan sudah mengantongi keuntungan sebanyak Rp 200 juta.

“Satu lembar materai dapat untung 50 ribu. Dia juga dikenakan pasal 257 dengan ancaman 7 tahun, Undang-undang materai juga disangkakan dengan ancaman 7 tahun,” imbuhnya. (ktr/fin)