Preman Terminal Pukuli Istri sampai Bonyok

by -219 views

METROPOLITAN – Sadis! Rohadi alias Bodong (40) me­mukuli Anih (45), yang tak lain istrinya sendiri, hingga babak belur tanpa alasan jelas. Bodong mengikat kedua tangan dan kaki Anih di sebuah kontrakan di Kampung Masjid, RT 05/04, Desa Bojonggede.

Anih diperlakukan kasar oleh suaminya. Beruntung, ibu tiga anak itu meloncat lewat jendela setelah dipukuli hingga babak belur. Mendengar kabar tersebut, warga sekitar di Kam­pung Masjid, RT 05/04, Desa Bojonggede, langsung men­cari Bodong.

Namun, Bodong telah mela­rikan diri bersama seorang wanita yang diduga merupakan selingkuhannya. ”Dari kete­rangan korban, ia dikurung di kontrakan, diikat tangan dan kakinya terus dipukulin. Wak­tu kejadian, tidak ada saksi karena cuma berdua. Beruntung adik saya bisa lolos, loncat lewat jendela,” tutur Hasanah (50), kakak korban, saat ditemui Metropolitan.

Setelah loncat dari jendela, lanjut Hasanah, adiknya itu langsung ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar 300 me­ter dari kontrakan tempat Anih dianiaya suaminya. Hasanah juga mengaku tidak meny­angka Bodong dengan tega menganiaya Anih yang meru­pakan istrinya sendiri.

Padahal, menurutnya, Anih merupakan sosok yang rajin. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah peru­mahan di sekitaran Kedung­waringin Elok. ”Adik saya yang menafkahi anak dan suaminya. Termasuk bayar kontrakan. Tapi dia setega itu memperla­kukan adik saya,” ungkap Has­anah.

Usai kejadian tersebut, kelu­arga korban langsung bermu­syawarah dan melaporkan Bodong ke polisi. ”Pas keja­dian, langsung lapor ke Polsek Bojonggede. Karena ini sudah masuk kekerasan,” ucap Ketua RT 05 Endam.

Lebih bejatnya lagi, tambah Endam, Bodong sempat mem­bawa selingkuhannya satu kamar dengan istrinya hingga diusir pemilik kontrakan. Hal itu terjadi tiga minggu lalu di Kampung Setu, RT 02. ”Sangat keterlaluan suaminya itu. Bawa selingkuhan satu kamar dengan istrinya. Gimana tidak sabar korbannya. Bahkan bayar kon­trakannya juga tidak beres,” terang Endam.

Karena itu, Endam berharap Bodong diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab, kelakuan­nya mencemarkan nama baik Kampung Masjid. ”Kata orang sih preman, tapi saya tidak takut. Saat ini kasusnya sudah diserahkan ke Polsek Bojong­gede. Tinggal ditangkap sua­minya itu, karena keluarganya sudah menangis terus,” tegas Endam.

Kepala Desa Bojonggede Dede Malvina menuturkan, korban penganiayaan tersebut kini sudah mendapat perawa­tan medis di RSUD Cibinong. ”Korban penganiayaan saat ini masih dirawat di RSUD Cibi­nong. Saat ini dengan kondisi yang sudah membaik,” kata Dede Malvina.

Terpisah, Kasat Reskrim Bo­jonggede Aiptu Jajang Rahmat menjelaskan, pelaku pengani­ayaan terhadap istrinya itu kini sedang dalam pengejaran. ”Nanti kita akan sampaikan lagi jika ada perkembangan. Itu masuk Pasal 351 Pengani­ayaan,” singkat Jajang Rahmat. (mul/c/mam/run)