Program Zombi Perangi Minol Ilegal

by -18 views

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satpol PP melakukan berbagai program inovasi untuk menegakan aturan dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor demi kenyamanan warga Bogor. Diantaranya strategi untuk menekan dan menertibkan peredaran minuman beralkohol ilegal, di warung-warung yang ada di Kota Bogor, dalam program ZOMBI (Zero Minuman Beralkohol Ilegal) yang akan dilakukan beberapa pekan kedepan.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi mengatakan, program ini menunggu rampungnya peraturan wali kota (perwali) sebagai turunan dari peraturan daerah (perda) ketertiban umum tentang tertib minuman beralkohol. Program ini akan digawangi tim khusus bernama tim Puma (Pemburu Minuman Beralkohol), yang juga tengah menunggu Surat Keputusan (SK).

“Ketika itu semua sudah ada, baru kita jalankan ini, strategi untuk menertibkan peredaran minol, yang ada di warung-warung di Kota Bogor. Tim terdiri dari lintas SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, red) dibantu TNI-polisi dan BNN (Badan Narkotika Nasional, red), tapi kita backbone-nya,” katanya kepada Metropolitan, kemarin (16/9).

Ia melanjutkan, program ini nantinya terdiri jangka panjang dan jangka pendek. Dengan tujuan agar pada akhir tahun, atau setidaknya pertengahan tahun depan, tidak ada lagi minol yang dijual di warung-watrung jalanan Kota Bogor. Dari pantauan selama ini, kurang lebih ada 44 warung se-Kota Bogor yang ditengarai menjual minol ilegal. 10 diantaranya, berjualan di dekat sekolah.

“Ini yang akan kita sasar, warung jualan minol ilegal yang dekat sekolah, itu yang akan kita jaring duluan sebagai jangka pendek. Jangka panjangnya yang puluhan tadi kita basmi semua,” paparnya.

Program Zombi ini juga diadakan untuk memperkuat kegiatan-kegiatan razia selama ini yang hanya sampai pada penyitaan barang bukti saja, tanpa melakukan tindakan kepada pemilik warung atau warung itu sendiri. Nantinya, jika terjaring razia, maka warung tersebut harus menyerahkan minumam keras ilegal, serta membuat perjanjian agar tidak berjualan miras ilegal lagi. Sehingga, penting baginya agar program ini tertuang secara resmi dalam bentuk aturan. Untuk efek jera bagi para pedagang yang membandel.

“Jika dua kali, orangnya itu-itu lagi kedapatan jualan lagi, kita segel itu warung nggak boleh jualan. Masih bandel juga, tiga kali, kita bongkar itu warung. Kita fokus warung yang deket sekolah dulu, disitu anak-anak sering niongkrong, habis minum lalu tawuran. Pilihannya nggak lagi jualan minol ilegal atau kita bongkar,” jelas Hery.

Ia berharap, landasan aturan yang sudah memasuki tahap finalisasi itu segera rampung, agar tim Puma bisa segera melakukan program Zombi, dan menghindarkan peredaran minol ilegal dari anak-anak sekolah. Selain itu juga memperkuat aturan yang ada, sehingga ada treatmen bagi penjual yang bandel. “Jangka pendek selesaikan yang 10 dulu, anak-anak itu berantem seetlah habis minum. Nah yang sisanya kita harapkan tahun depan sudah nggak algi jualan minol,” pungkas Acong, sapaan karibnya. (ryn/c/yok)