Proyek Surken Rp14,2 M Berubah Desain

by -

METROPOLITAN – Proyek ambisius Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menata pedestrian kawasan Jalan Suryakencana berlanjut disisa 2019 ini. Pekerjaan tahap lanjutan ini sudah ditetapkan pemenang dengan nilai Rp14,2 miliar, Agustus lalu. Setali tiga uang, pekerjaan pedestrian sebelah kiri jalan ini juga tidak berjalan mulus seperti proyek sebelumnya yang sempat gagal lelang pada 2018 lalu.

Pekerjaan memperlebar pedestrian ini rupanya tidak mudah. Pemkot harus putar otak menyesuaikan desain dengan kebutuhan parkir, yang dikeluhkan para pemilik toko di sepanjang jalan Pecinan-nya Kota Bogor itu. Diketahui sesuai desain awal, nantinya pedestrian di jalan Surken diperlebar dari dua meter menjadi 3,5 meter. Sedangkan badan jalan secara total berkurang dari 10 meter menjadi tujuh meter. Sisi sebelah kanan jalan telah selesai pada akhir 2018 lalu.

“Saya ingin memastikan, teknis pelaksanaan berjalan sesuai kondisi lapangan, dan sudah dikomunikasikan dengan warga (pemilik toko). Saya dapat banyak keluhan kaitan sistem parkir. Beberapa toko minta dibuatkan celukan-celukan, akses parkir. Itu kita fasilitasi,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya selepas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Jalan Suryakencana, kemarin (12/9) siang.

Setelah pengukuran itu, sambung dia, beberapa hari kedepan pemkot akan kembali berdialog dengan warga pemilik toko, soal hasil pengukuran dan peninjauan yang sudah dilakukan. Akan tetap disesuaikan dengan desain awal dengan badan jalan menjadi tujuh meter. Opsinya, kata Bima, ada celukan-celukan untuk kantong-kantong parkir, yang bisa jadi tempat khusus untuk berhenti angkot juga supaya tidak berhenti di badan jalan.

“Seharusnya kan (trotoar) jadi 3,5 meter, ini ada beberapa celukan yang jadi 2,5 meter. Tergantung kondisi, nah itu yang kita rundingkan, ” papar pria 46 tahun itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Chusnul Rozaqi saat ditemui di lokasi mengatakan, dari hasil pengukuran, sudah ada perbaikan dan masukan-masukan dari warga, yang akan ditindak lanjuti dengan perbaikan desain awal. Nantinya ada yang penuh sesuai desain, adapula yang berupa celukan. “Pemenang sudah ada, kita pakai desain awal. Nah masukan warga kita sambungin dulu. Yang pasti belum kebaca ya, belum bisa pastikan ada pengurangan atau tidak,” ujarnya.

Ia berharap, dalam waktu seminggu sudah ada kesepakatan antara pemkot dengan warga soal perubahan dalam desain pekerjaan. Sesuai arahan wali kota, kata dia, badan jalan harus tujuh meter.  Nanti hasilnya titik mana saja yang ada celukan, sembari menunggu rekomendasi dari wilayah. “Perubahan itu ya menyesuaikan desain awal,” imbuh Chusnul.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Rakhmawati menuturkan, berdasarkan rapat bersama, disepakati yang paling optimal dan tepat yakni pembangunan pedestrian sesuai rencana awal selebar 3,5 meter pedestrian, tetapi dengan penyediaan celukan sepanjang 20-22 meter di beberapa titik.

Kawasan Jalan Surken, kata dia perlu penataan karena tingginya aktifitas masyarakat berkegiatan perdagangan dan jasa, sehingga berimbas kepada kebutuhan masyarakat terkait akses jalan, fasilitas parkir dan fasilitas pejalan kaki yang dirasa kurang optimal.

“Ini hasil rapat semua dinas, tetap mengakomodir adanya parkir disana. Moda parkirnya seperti apa, kita lihat nanti. Model celukannya lebih baik, yang jelas parkir tetap ada disana. Tapi nggak sebanyak sekarang. Celukan per 100 meteran lah, menyesuaikan dengan toko,” pungkas istri Camat Bogor Barat Pupung W Purnama itu. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *