Rombongan Bus Persib Diserang

by -13 views
BENTROK: Bentrokan antarsuporter saat pertandingan PS Tira Persikabo melawan Persib Bandung hingga merusak fasilitas stadion

METROPOLITAN – Aksi teror yang dilakukan oknum suporter kepada Persib Bandung kembali terjadi. Kali ini, bus rombongan tim Persib yang baru keluar dari Stadion Pakansari, Bogor, dilempari batu oleh sekelompok oknum suporter tidak dikenal, Sabtu (14/9) malam, ketika menuju Tol Sentul.

Itu terjadi usai pertandingan kontra Tira Persikabo.  Oknum suporter tersebut melempari bus Persib dengan batu-batu berukuran besar, sehingga membuat kaca depan bus Persib pecah.

Tidak hanya itu, akibat teror tersebut, dua pemain Persib yaitu Febri Hariyadi dan Omid Nazari juga mengalami luka yang cukup serius dan langsung mendapat penanganan khusus dari tim dokter.

Dokter tim Maung Bandung yaitu Raffi Ghani mengatakan, luka yang dialami Omid dan Febri terbilang cukup parah. Pasalnya, luka yang dialami cukup dalam dan langsung mendapatkan jahitan dari rumah sakit terdekat.“Luka sobekan cukup dalam, ini harus segera dijahit,” tutur Raffi Ghani, dikutip dari laman resmi klub.

Pada kejadian nahas itu, salah seorang pemain Persib yaitu Erwin Ramdani telah melihat satu orang yang tengah menunggu di trotoar jalan. Setelah menunggu, orang tersebut melempari bus Persib dan langsung lari meninggalkan lokasi kejadian usai melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada bus yang membawa rombongan tim Persib itu.

“Ada orang pakai baju atau jaket abu-abu. Dia nunggu di trotoar sebelah kanan. Saya lihat pas dia lempar dan lari setelah melempar batunya,” tutur Erwin. Kejadian penyerangan terhadap bus Persib di Bogor merupakan kejadian kedua yang terjadi di musim ini.

Pada 30 Agustus 2019 lalu, di putaran pertama saat tandang ke Malang, rombongan Persib juga diteror sekelompok suporter dan melakukan pelemparan pada bus yang ditumpangi.

Saat itu, peristiwa tersebut terjadi di sekitar stadion usai menjalani sesi latihan resmi. Pelatih Robert Rene Alberts mengaku sangat geram dengan teror yang menimpa anak asuhnya. Ia mengatakan, hal itu tidak mencerminkan sikap suporter lantaran sangat anarkis.

Robert meminta hal serupa tidak kembali terjadi terhadap tim mana pun di sepak bola Indonesia. “Pemain kami terluka di dalam bus, cukup dan cukup. Kalian menyebut diri kalian suporter tapi melukai pemain kami yang ada di bus. Cukup, ini tidak bagus,” tutur Robert di akun Instagram miliknya. (pr/mam/ run)