Rumah Setengah Ambruk, Ujang Pilih Tidur di Pos Ronda

by -58 views

METROPOLITAN.id – Kondisi memprihatinkan dialami warga Kabupaten Bogor, Saeni. Nenek 60 tahun itu harus bertahan hidup di gubuk reot yang ditinggalinya di Kampung Leuweng Gede RT04/03, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor bersama sang anak, Ujang (25).

Sebagian bangunan rumah mereka sudah ambruk. Atap bangunan di bagian dapur porak poranda dan hanya menyisakan ruang depan.

Ujang mengaku kerap dihantui perasaan was-was saat tidur di dalam rumah. Sebab, tiang penyangganya sudah kropos dan bisa saja ambruk sewaktu-waktu.

Kondisi ini yang kemudian memaksanya seringkali tidur di pos ronda karena ruang rumah yang terbatas dan kondisinya yang mengkhawatirkan.

“Karena tinggal satu ruangan di depan dan itu untuk tidur ibu saya, kadang saya suka tidur di pos ronda,” kata Ujang kepada Metropolitan.id, Rabu (11/9).

Ambruknya bagian belakang rumah sudah terjadi sejak 3 bulan lalu. Tiang penyangganya tak mampu menahan bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sang suami sendiri sudah berpisah dengannya sejak 10 tahun lalu.

Saeni memiliki 4 anak dan tinggal bersama anak terakhirnya, Ujang di gubuk tersebut. Anaknya yang lain sudah berumah tangga dan tinggal di luar.

Sehari-hari, Saeni menjadi buruh tani padi milik warga sekitar. Uang yang didapat pun tak seberapa hanya cukup untuk makan seadanya.

“Ibu saya petani, saya tinggal bersama ibu. 3 kakak saya sudah berumah tangga,” katanya.

Ujang sendiri bekerja sebagai tukang pikul di Jakarta. Upah yang didapat pun tak mampu untuk merenovasi rumahnya yang sudah ambruk sebagian. Malahan, saat upahnya kecil, ia seringkali menjual beras dari penghasilan buruh tani sang ibu untuk memenuhi kebutuhan ibunya.

Sementara untuk keperluan mandi dan air, Ujang memilih menumpang sumur tetangga.

“Maunya diperbaiki, saya ingin ibu saya bisa tidur dengan aman. Tapi boro-boro buat bangun rumah, ada untuk makan saja sudah alhamdulillah,” ungkapnya. (mul/c/fin)