Seleksi Tambahan Balon Kades Hambalang Disoal Timses

by -27 views

METROPOLITAN.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Hambalang, Kecamatan Citeureup disoal salah satu tim sukses (timses) bakal calon kepala desa (balon kades). Seleksi tambahan berupa tes tulis yang digelar panitia diduga ada indikasi kebocoran soal dan ada kongkalikong dengan calon lain.

Ketua tim pemenangan salah satu bakal cakades Hambalang, Wildan mengatakan, hasil seleksi tambahan menetapkan salah satu balon kades yang mendapat dukungan warga digugurkan oleh panitia. Alasannya, nilai ujinya tidak masuk dan itu dianggap tidak masuk akal. “Akal-akalan panitia saja yang sudah kongkalingkong dengan bakal calon kades lainnya. Terlebih adanya indikasi kebocoran soal tes tambahan,” kata Wildan.

Menurutnya, balon kades pilihannya yang tak lolos jelas secara sumber daya manusia (SDM) dan jenjang pendidikan. Wildan pun merasa heran lantaran calon lain yang dianggapnya pas-pasan bisa lolos seleksi tambahan.

Keheranan Wildan karena nilai sarjana S1 hanya mendapatkan nilai 90, sedangkan calon yang hanya lulusan SMA bisa mendapat nilai 300 lebih. Dari situ, ia menilai ada motif kongkalingkong antara balon kades lain dengan panitia untuk menggugurkan balon yang berpotensi baik. “Sehingga amat sangat terlihat kecurangannya pada proses seleksi tambahan ini,” ucap dia.

Akibat kondisi tersebut, Wildan bersama masyarakat pendukung lainnya berencana menuntut indenpedensi panitia dan pihak-pihak terkait lainnya. Tak tanggung-tanggung, ia mengaku bakal menyeret masalah ini ke ranah hukum hingga audiensi dengan bupati Bogor.

“Dalam hal ini camat Citeureup sebagai ketua panitia seleksi tingkat kecamatan telah di konfirmasi oleh para pendukung dan perwakilan masyarakat Desa Hambalang, beliau tidak banyak bisa berbuat karena semua sudah melalui prosesnya dan tidak bisa diulang. Sedangkan masyarakat akan menuntut tes tulis ulang dengan independen dan rahasia,” ujar Wildan.

Terpisah, Camat Citeureup yang juga Ketua Panitia Pilkades Tingkat Kecematan, Asep Mulyana membenarkan soal informasi keberatan warga. Ia menceritakan, di Kecamatan Citeureup ada dua desa yang melaksanakan seleksi tambahan. Yaitu Desa Gunungsari dan Desa Hambalang karena balon kadesnya masing-masing berjumlah 6 orang.

Namun, dirinya mengaki semua tahapannya sudah dilakukan sesuai aturan. “Tahapannya sudah dilaksanakan. Alhamdulillah, saya memohon kepada bakal calon yang tidak bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya untuk sabar dan tawakal,” tandas Asep. (fin/rez)