Setahun Buron, Pembunuh Kakek Nenek di Ciampea Dibekuk

by -28 views

METROPOLITAN- ‘Saya masih dicari pak?’ begitu kalimat yang terlontar dari mulut RN. Pria berusia 36 tahun tersebut tak menyangka jika aparat kepolisian masih mencarinya. RN ditangkap lantaran membunuh pasangan suami istri asal Ciampea, SN (70) dan MN (65) pada 30 Mei 2018 silam.

RN sendiri menghabisi nyawa kakek dan nenek tersebut dengan cara sadis seperti dipukul dan dicekik. Alasan pelaku membunuh keduanya karena ketahuan mencuri di warung milik korban. Pelaku pun gelap mata hingga membunuh korban. Pelaku ini mencuri barang kelontongan, karena ketahuan langsung panik dan memukul korban hingga tewas,” kata Kapolres Bogor AKBP, AM Dicky saat rilis di Mako Polres Bogor, kemarin.

Saat kabur, ternyata RN sempat bertemu dengan empat orang saksi, yakni JMS, SNY, RHT dan SDR pada sebuah gang kecil. Di mana keempatnya kenal dengan pelaku dan memberitahu polisi bahwa pelaku melarikan diri ke Kabupaten Solok, Sumatera Barat. “Saat ditangkap, pelaku ini kaget karena ternyata polisi masih mengusut kasus dan mencarinya. ‘Saya masih dicari pak’. Ini bukti komitmen kami, meski sudah setahun tetap kami usut,” tegasnya.

Dilokasi yang sama, Kepala Unit Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi, menjelaskan bahwa barang bukti yang diperoleh Polres Bogor berupa satu buah keset, selimut berwarna biru dan kain lap.

“RN dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Pembunuhuan dan atau penganiayaan Hingga mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” imbuhnya.

Ia juga mengaku bahwa selama setahun ini, Polres Bogor terus bekerjasama dengan berbagai Polsek dan Polres lintas wilayah demi terungkapnya kasus pembunuhan yang merenggut nyawa pasturi lansia tersebut. “Ini adalah kerjakeras kami sebagai tim, dan kami siap melindungi serta mengayomi masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, entah setan apa yang merasuki pikiran RN. Dia dengan tega membunuh pasangan sepuh di Ciampea, Kabupaten Bogor SN (70) dan MN (65). RN tega menghabisi keduanya dengan cara sadis seperti dipukul dan dicekik.

Aksi pembunuhan ini terungkap bermula dari rasa penasaran anak korban karena orang tuanya tak kunjung keluar. Sang anak lalu meminta tolong tetangganya untuk mengecek kedua orang tuanya. Tetangga korban lalu melihat kondisi rumah melalui jendela sekolah TK yang lokasinya bersebelahan dengan rumah korban.

Karena kurang jelas, tetangga masuk ke dalam rumah dan menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa di lantai kamar. Kaget melihat keduanya meninggal, sang tetangga lantas memberi tahu anak korban. Kasus ini pun langsung dilaporkan ke kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan.

Setelah diusut, pelakunya diketahui merupakan tetangga korban. Pelaku kesal karena ketahuan mencuri di warung milik korban hingga gelap mata dan membunuh keduanya. Saat itu, pelaku masuk ke dalam rumah korban untuk membeli rokok dan mengambilnya langsung. Aksi itu lalu dipergoki korban SM yang langsung meneriaki maling. Korban sempat mencakar pelaku namun dibalas dorongan oleh pelaku.

Saat didorong, korban menginjak keset lalu terjatuh. Pelaku lantas memukuli dan mencekik korban hingga meninggal dan menutup pintu bagian dapur dari belakang. Tak sampai di situ, pelaku lalu mendorong kedua korban hingga membentur ujung tempat tidur. Pelaku lalu memukuli bagian dada dan mencekiknya hingga meninggal.

Melihat keduanya sudah tak bernyawa, pelaku melarikan diri dengan cara memanjat kursi dan membobol internit dan turun di dalam rumah kontrakan pelaku yang posisinya bersebelahan dengan rumah korban.(cr2/c/rez)