Sungai Cileungsi Terancam

by -31 views

METROPOLITAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengambil langkah antisipatif dengan menindak tegas pabrik yang membuang limbah ke Sungai dan pembuang sampah rumah tangga. Hal ini dilakukan lantaran limbah dan sampah yang dibuang mereka menjadi ancaman kelestarian ekologi Sungai Cileungsi. ”DLH sejak beberapa waktu lalu sudah menutup Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) pabrik yang tidak sesuai aturan maupun tidak berizin. Sedangkan pembuang sampah ditindak Perda tentang ketertiban umum dan pengelolaan sampah. Mereka terancam hukuman penjara maksimal tiga bulan atau denda Rp50 juta,” kata Kabid Penaatan Hukum dan Pengendalian Lingkungan DLH Kabupaten Bogor Yedi A Mulyadi. Sementara itu, Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa, Riri Agustina, mengatakan setiap musim kemarau banyak keluhan warga mengenai Sungai Cileungsi yang tercemar dan berbau busuk. ”Keluhannya soal air Sungai Cileungsi tercemar limbah dan berbau. Untuk penindakan kepada pabrik yang membuang limbahnya dilakukan hingga akhir Oktober mendatang,” katanya. Masih ditempat yang sama, Kasi Penaatan Hukum dan Pemulihan Lingkungan, Hendi, menuturkan pihaknya selalu menelusuri Sungai Cileungsi tempat pabrik berdiri untuk mengetahui membuang limbah ke aliran Sungai Cileungsi atau tidak. ”Penulusuran dari mulai titik IPAL hingga Sungai Cileungsi. Pada September ini, ada delapan pabrik yang ditutup operasional IPALnya hingga mereka tidak bisa lagi membuang limbahnya ke Sungai Cileungsi,” kata Hendi.Dia menambahkan, untuk memuluskan aksi pembuangan limbah ke Sungai, pihak pabrik ’nakal’ umumnya membuat saluran bypass atau pipa air yang disembunyikan hingga limbah tersebut terbuang ke Sungai Cileungsi.(inl/rez)