Warga Leuwinutug Nyuci Beras di Sungai Cigede

by -

CITEUREUP – Hujan yang sempat mengguyur beberapa kawasan Bogor tak dirasakan oleh sejumlah wilayah lainnya. Seperti yang dialami Kawasan timur Kabupaten Bogor, dimana hingga saat ini masih mengalami kekeringan. Tak lagi berpikir soal sanitasinya, kini warga Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, mencuci air beras dengan menggunakan air sungai agar bisa dikonsumsi.

Kepala Desa Leuwinutug, Deden mengatakan, ini adalah bulan ketujuh desanya mengalami kekeringan selama tahun ini. Akibatnya, sebagian warga di desanya itu kerap mengantre air bersih yang diambil langsung dari sumber air yang berada di kantor desa. “Boleh dicek (aktivitas antrean), warga kalau sore berbondong-bondong mengantre mengambil air di Kantor Desa Leuwinutug,” ujarnya.

Sesuai data yang dimilikinya, Deden merinci ada 17 ribu jiwa dari tujuh RW dan 29 RT yang berada di desanya itu. Selain memanfaatkan air yang ada di kantor desa, warga juga kerap mengambil air yang bersumber dari sumur bor yang berlokasi di masjid di RW 03. Belum lagi, untuk kesibukan sehari-hari seperti mencuci baju, piring dan lainnya, warga lakukan semua di Sungai Cigede. Tetapi Deden menilai, saat ini kondisi debit air di sungai tersebut semakin surut dan kotor. “Kemungkinan besar jika kemarau masih berlanjut, warga hanya punya satu sumber air, di masjid yang berasar dari sumur bor,” urainya.

Hanya saja, ketika dia menghitung, satu sumur bor sangat kurang untuk menampung seluruh kebutuhan air bersih bagi warga. Deden meminta agar pemerintah dapat menanggapi kesulitan yang dialami warga di wilayah timur kabupaten ini dengan cepat.

Sementara Ketua Karang Taruna (Katar) Desa Leuwinutug, Riyan Pebriyana mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, warga hanya dapat mengambil air dari sumber air bersih di masjid RW 03. Air yang diambil dari Sungai Cigede, dipergunakan warga untuk mencuci baju, piring, dan mandi. Mirisnya lanjut Riyan, warga terkadang mencuci beras menggunakan air dari sungai. “Warga juga dibatasi dalam penggunaan air. Untuk mandi, cuci baju, hingga terkadang cuci beras yang warga memanfaatkan air di sungai Cigede ini,” bebernya.

Menurut Riyan, semakin lama musim kemarau berlangsung, maka semakin banyak pula warga yang akan turun ke sungai untuk memanfaatkan air yang ada di sana. Sebab, beberapa warga pun merasa jarak mengambil air lebih dekat ketimbang ke masjid di RW03.(rb/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *