11 Titik Ini Jadi Penentu Nasib 2-1 Jalur Puncak

by -

METROPOLITAN – Memang, banyak pihak yang menilai sistem kemacetan di jalur Puncak Kabupaten Bogor sulit terpecahkan. Sejumlah kebijakan juga kerap diberlakukan, demi atasi persoalan ini. Namun lagi dan lagi, kemacetan tetap warnai kawasan Puncak, terlebih saat akhir pekan dan liburan.

“Kalau pesimis terus kapan mau berubahnya,” imbuh Bupati Bogor Ade Yasin, saat dimintai tanggapannya soal rekayasa kanalisasi 2-1 jalur Puncak, Bogor kemarin sore.

Meski pesimis untuk memberlakukan kebijakan kanalisasi 2-1, Ade Yasin tetap ngotot untuk menerapkan kebijakan anyar tersebut pada Minggu (27/10) dan Minggu (03/11) mendatang. Selain sebagai pemecah kemacetan, pemberlakukan 2-1 juga untuk menjawab kerasahan masyarakat, yang selama ini mengeluhkan kurang efektifnya kebijakan satu arah ke bawah dan keatas sejak 32 tahun silam. “Namanya juga uji coba. Kita kan belum tahu hasilnya,” ujarnya.

Ade Yasin menilai, jika ingin memberikan perubahan yang besar, seyogyanya diperlukan langkah dan sikap tegas dalam memutuskan kebijakan. Walau banyak yang menilai kebijakan ini tidak akan berpengaruh besar dalam mengurai kemacetan. “Kalau mau ada perubahan kita harus berani ambil resiko. Jangan juga pesimis, kalau pesimis tidak akan ada perubahan. Berhasil atau tidak, ini adalah upaya kami. Yang penting kita sudah berupaya agar berhasil,” tegasnya.

Tak hanya itu, masa percobaan yang berlangsung selama dua kali pada Minggu (27/10) dan Minggu (03/11) tersebut, akan digunakan sebagai bahan evaluasi. Ia juga mengakui, jika pada Minggu 27 Oktober nanti kebijakan tersebut kurang efektif, kebijakan tersebut tetep akan diuji pada Minggu 3 November nanti. “Kalau gagal di pekan pertama, kita evaluasi untuk persiapan percobaan di pekan berikutnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Ade Yana menjelaskan, sebanyak 30 personel dari Dinas Perhubungan akan mengawal jalannya kebijakan kanalisasi jalur Puncak 2-1 ini. Ia juga akan menempatkan sejumlah petugasnya, di beberapa titik yang disinyalir menjadi titik rawan kemacetan dan penumpukan kendaraan. Meski bergitu, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah jumlah personel, jika memang itu diperlukan.

Secara umum sejumlah persiapan sudah dilakukan pihaknya. Mulai dari penempatan dan pembagian tugas satuannya, hingga rumusan metode di lapangan untuk mengurai kemacetan. Berdasarkan laporan satuannya di lapangan, sedikitnya ada sekitar 11 titik yang digadang akan menjadi batu sandungan kebijakan kanalisasi 2-1 jalur Puncak nanti. 11 titik tersebut disinyalir bakal menjadi lokasi kepadatan kendaraan hingga titik kemacetan.

“Simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, SPBU Cibogo, Simpang Megamendung, Hankam, Cimory, Pasar Bawah Cisarua, Pasar Atas, Taman Safari, Taman Kaleng. Karna disitu jalan sedikit menyempit, dan banyak keluar masuk kendaraan dari dalam. Makannya akan kita siagakan tiga hingga lima petugas kita disana untuk berjaga dan mengatur lalu lintas agar tidak ada penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan,”paparnya. (ogi/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *