50 Kegiatan di Bogor Masuk CoE 2020

by -45 views
ADE YASIN Bupati Bogor.

METROPOLITAN – Pemerintah Kabupaten Bogor sedang semangat-semangatnya dalam mengembangkan potensi wisata di Bumi Tegar Beriman. Dibawah pimpinan Bupati Ade Yasin, program “The City of Sport and Tourism” menjadi ujung tombak bagi kemajuan Kabupaten Bogor.

Ade Yasin menilai bahwa dari sebuah lokasi pariwisata, mampu mendongkrak berbagai sektor ekonomi lainnya, seperti UMKM, serapan tenaga kerja dan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut politisi PPP itu, untuk bisa menjadi daerah yang maju dari sektor pariwisata, penyusunan Calendar of Event (CoE) menjadi modal awal dan dia berharap di 2020 nanti banyak event di Bogor yang akan masuk kedalam CoE Nasional.

“Contohnya saja Bogor Wonderful Golf, itu adalah salah satu event yang ada di Kabupaten Bogor masuk ke tingkat Nasional dan yang ikut juga sudah dari luar negeri,” katanya.

Masih kata AY, Pemkab Bogor sudah menargetkan angka kunjungan wisata menjadi 10 juta wisatawan per tahun pada 2020 dari kondisi sekarang yang angka kunjungan wisatanya baru 7,3 juta per tahun. Menurutnya hal tersebut adalah hal yang bisa dilakukan jika memang ada komitmen pemerintah dan mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Pada akhir Oktober nanti, Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengekspose event yang sudah disusun di tingkat Kabupaten agar bisa dimasukkan kedalam CoE Nasional. Menurut informasi nantinya ada 50 event yang akan diajukan ke Kementerian Pariwisata dan terdiri dari berbagai kategori seperti seni dan kebudayaan, Helaran/Festival, Atraksi, Launching/Gelar Inovasi, Festival Culinary dan Pameran/Expo.

Terpisah, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti mengatakan, penyusunan CoE yang diikuti oleh semua stakeholder merupakan bentuk sinergitas untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang.

“Melalui CoE seluruh potensi promosi destinasi pariwisata, seni dan kebudayaan tradisional serta potensi sumber-sumber daya alam, sumber daya manusia, kekayaan kultur, kuliner khas Bogor, tempat-tempat olahraga dan edukasi serta kekayaan lainnya yg ada di Kabupaten Bogor bisa tereksplorasi,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Ia juga berharap Kabupaten Bogor bisa masuk kedalam top 10 CoE Nasional. Untuk agenda CoE 2020 yang akan di sampaikan ke Kemenpar RI masih harus melalui seleksi penajaman konsep CoE, arahan dan kebijakan Bupati, Wabup, Sekda dan seluruh SKPD serta stakeholder penggiat pariwisata.  Sebab menurutnya CoE yang ingin diajukan, harus benar-benar menjadi usulan CoE yang mengedepankan karakteristik seluruh potensi yang dimiliki, keragaman budaya, seni dan seluruh lapisan masyarakat yang ternyata memiliki peran yang besar dalam penyelenggaraan CoE.

“Seperti konsep Bogor Fest yang mengedepankan kolaborasi dan sinergitas berbagai kegiatan pameran produk unggulan, seni dan budaya, stakeholders pembangunan dan pariwisata,” jelasnya.

Terpisah, Bendahara Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Bogor, Dede Ediana Sobri menegaskan bahwa CoE merupakan hal yang penting karena itu adalah produk yang bisa dipasarkan di Internasional.

“Yang pasti dalam setiap event yang ada di Kabupaten Bogor, kita akan menonjolkan kebudayaan kita sendiri dengan hasil-hasil UMKM,” pungkasnya. (cr2/b/mam/run)