Akses Tol Jagorawi Baru Bakal Dibangun di Bogor

by -
DIBANGUN: PT Jasa Marga berencana membuat akses baru di wilayah Bogor demi urai kemacetan.

METROPOLITAN – Mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di jalan tol Jagorawi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berencana membuka akses baru di wilayah Bogor. Akses baru ini diharapkan bisa memicu pengembangan wilayah di sekitarnya.

Kepala Divisi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Regional Jabodetabek Jabar Jasa Marga Reza Febriano mengatakan bahwa akses baru akan dibuka di KM 42 jalan tol Jagowari. Dia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengajukan permintaan kepada perseroan untuk membuka akses baru di titik tersebut.

Pembukaan akses baru dimungkinkan karena Pemkab Bogor telah mengubah rencana umum tata ruang di daerah bukaan baru. Saat ini rencana pembukaan akses baru masih perlu melalui tahap pengujian laik fungsi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Rencananya awal 2020 dibuka. Lokasinya sebelum gerbang tol Ciawi. Jadi, mungkin kami akan menamakan akses tersebut Ciawi 3,” ujarnya, Kamis (17/10) kemarin.

Di jalan tol Jagorawi sendiri terdapat sebelas akses atau bukaan. Transaksi tol di jalan tol pertama di Indonesia itu ditunjang 145 gardu di seluruh gerbang tol. Dalam 6 bulan pertama 2019, transaksi tol di Jagorawi mencapai 73,73 juta kendaraan atau 404.000 per hari. Pada periode yang sama, Jagorawi menyumbang pendapatan sebanyak Rp411,50 miliar.

Selain itu,  PT Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar saat ini tengah melakukan beragam upaya untuk meningkatkan pelayanan di jalan tol Jagorawi guna memenuhi standar pelayanan minimal.

Menurut Reza pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) merupakan kewajiban badan usaha yang diatur lewat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat.

Dia menyebutkan bahwa ada delapan aspek dengan 42 indikator yang harus dipenuhi oleh operator jalan tol secara berkala. Reza menerangkan bahwa peningkatan pelayanan dilakukan pada aspek transaksi, lalu lintas, dan konstruksi.

“SPM ini kewajiban kami sebagai badan usaha untuk memenuhi kebutuhan pengguna jalan. Setiap 6 bulan SPM diaudit oleh Ditjen Bina Marga dan BPJT [Badan Pengatur Jalan Tol],” ujarnya.

Reza menjabarkan pada layanan transaksi, Jasa Marga telah menerapkan sistem transaksi terbuka sejak 2017 untuk mengurangi titik antrean. Peningkatan transaksi ditunjang penambahan kapasitas gerbang tol Sentul Selatan dari dua gardu menjadi tiga gardu khusus golongan 1 dan penggunaan mobile reader.

Sementara itu, pada layanan lalu lintas, Jasa Marga juga telah memasang dan membersihkan pembatas beton, penyempurnaan perambuan, pemasangan (weight in motion), dan rekayasa lalu lintas untuk pengaturan lalu lintas yang lebih lancar.

Reza menuturkan bahwa Jasa Marga melakukan rekonstruksi perkerasan jalan dalam 2 tahun terakhir. Secara keseluruhan rekonstruksi dilakukan sepanjang 14,50 kilometer dan ditargetkan rampung pada akhir 2019.

Di samping rekonstruksi, sepanjang 47 kilometer juga dilakukan scrapping, filling, dan overlay (SFO). “Kami berharap dengan layanan-layanan yang diberikan tersebut dapat memberi kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan, ketika melintasi Jalan Tol Jagorawi,” ujarnya.

Jalan tol Jagorawi merupakan jalan tol pertama yang beroperasi di Indonesia. Jalan tol sepanjang 54 kilometer ini sudah beroperasi sejak 1978. Saban hari, transaksi kendaraan di Jagorawi mencapai kisaran 400.000 kendaraan. (bis/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *