Anggaran Pilkades tak Kunjung Cair

by -98 views

METROPOLITAN –  Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bogor terancam gagal. Panitia penyelenggara dari 273 desa mengeluh, lantaran anggaran untuk pelaksanaan Pilkades tidak kunjung cair. Pengamat Kebijakan Publik Yusfitriadi mengatakan, banyak para panitia Pilkades mengeluh lantaran anggaran untuk penyelanggara tersebut tidak kunjung cair. Sekarang pengambilan nomor urut saja belum semua, apakah itu juga dipengaruhi oleh belum turunnya anggaran. “Yang pasti dalam waktu sebulan lagi ini persiapan harusnya sudah matang. Namun tentu saja pemerintah juga sudah mempertimbangakan kebutuhan apa yang saat ini tahapan kegiatan yang membutuhkan dana,” kata Yusfitriadi, kepada Metropolitan.

Yusfitriadi mengaku, ketidakpastian anggaran tentu akan mempengaruhi khawalitas proses penyelenggaraan pemililihan kepala desa. Yang penting ada kepastian dari pemerintah kapan anggaran akan dicairkan dan di distribusikan kepada panitia pemilihan kepala desa.

“Baik di tingkat kecamatan maupun tingkat desa. Hal ini penting supaya panitia sebagai penyelenggara mendapatkan kepastian anggaran,” kata Yusftriadi.

Menurutnya, jika lambat untuk mencairkan anggaran, dikhawatirkan Pilkades di Kabupaten Bogor, terancam gagal. Karena ada dua pola penganggaran, pertama menggunakan dana penyelenggaraan pemilihan kepala desa langsung kedua dengan menggunakan dana talangan. “Namun kedua-keduanya harus ada kepastian waktu dan jumlah penganggaran tersebut. Kalau tidak kepastian, akan dengan sendirinya mengancam penyelenggaran pilkades tersebut,” ucap Yusfitriadi.

Camat Sukajaya Hidayat Saputra, menjelaskan pelaksanan pilkades di Kecamatan Sukajaya berjumlah 6 Desa. Belum cairnya anggaran Pilkades saat ini, masih dalam tahapan proses, karena saat ini masih belum selesai pengocokan nomor urut calon kepala desa. “Memang belum turun, tapi anggaranya itukan dari DPT diproses baru keluar. Untuk di Sukajaya saat ini tinggal nunggu verifikasi DPMD dan BPKAD, baru anggaran itu keluar,” kata Hidayat.

Sementara, Kasi Pemerintahan Desa pada DPMD Kabupaten Bogor, M Jamalaudin menjelaskan, belum turunnya anggaran untuk penyelenggaraan Pilkades itu, akibat masih banyaknya persyaratan yang belum lengkap dari setiap desa di Kabupaten Bogor. “Dari tanggal 1 Oktiber juga pihak Desa sudah bisa mengusulkan, permasalahannya, apakah sudah memenuhi sarat sesuai Perbubnya,” kata Jamal.

Menurut Jamal, dari panitia pilkades baru Jumat (4/10) mengajukan ke bidang keuangan. DPMD hanya memfasilitasi karena urusan keuangan jadi wewenang BPKAD. “Saat ini masih dalam tahap proses anggaran soal penyelenggara Pilkades. Semua masih tahap proses, untuk anggarannya,” ucap Jamaludin.

Sementara itu, Kepala DMPD Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi mengatakan, saol anggaran pilkades saat ini, sudah bisa diajukan dari para panitia Pilkades. Tahapanya, nanti diajukan melalui camat masing-masing. “Anggaran sudah siap, namun sampai sekarang saya belum denger ada desa yang mengajukan untuk anggaran pilkades,” kata Ade. (mul/b/els)