Anggaran Rest Area Puncak Jadi Rp18 Miliar

by -136 views

METROPOLITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan menggelontorkan Rp18 miliar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk membangun 516 kios di Rest Area Gunung Mas Puncak, Kecamatan Cisarua. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, Nuradi mengatakan, anggaran sebanyak itu adalah kebutuhan pemerintah untuk merelokasi para pedagang kaki lima (PKL) yang belum lama ini ditertibkan. “Ada 516 kios. 100 kiosnya itu adalah kios basah seperti warung makan gitu,” ujarnya, di Pendopo Bupati, kemarin.

Anggaran yang dibutuhkan bertambah dari sebelumnya. Awalnya, pemerintah membutuhkan Rp15 miliar untuk membangun 416 kios, namun karena ada tambahan 100 kios, anggaran pun ikut bertambah. “Jadi sekitar Rp18 miliar. Itu akan dianggarkan di APBD 2020,” ungkapnya.

Untuk kesiapannya, Nuradi mengklaim lahan yang akan digunakan sudah semuanya dibebaskan. Bahkan, ditahun depan cut and fill ditargetkan selesai bersamaan dengan pelaksanaan lelang proyek. “Kita targetkan pembangunan 516 kios tersebut selesai selama 8 bulan. Cut and fill bisa berjalan simultan dengan lelang,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, proyek pembangunan tersebut melibatkan tiga instansi yakni Dirjen Bina Marga dan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPERA) serta Pemkab Bogor.

Nantinya sambung Burhan, setelah cut and fill selesai dilakukan, pengerjaan rest area itu dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi yang akan dilakukan oleh Dirjen Cipta Karya dan Pemkab melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin). “Untuk pembangunan fisiknya mereka membantu sekitar Rp72 miliar, tapi untuk kios sebanyak 516 itu dari pemerintah daerah yaitu Kabupaten Bogor,” katanya

Burhan menambahkan, Dirjen Cipta Karya ini hanya membangun sarananya, mulai dari jalan, Taman, masjid, dan lain sebagainya. “Kita juga tadi meminta tender ini diawalkan, supaya bisa mengimbangi dari kementerian. Mudah-mudahan tahun 2021 itu sudah bisa diresmikan,” tandasnya.(cr2/b/els)

Loading...