Asyik, Jembatan Penghubung Antardesa Mulus

by -

SUKABUMI – Warga Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, ‘merdeka’. Sebab, kini jembatan penghubung antardesa menuju Kota Sukabumi itu bisa ditempuh dengan aman dan cepat.

Kepala Desa (Kades) Wangureja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Ali Nurdin, mengatakan bahwa pembangunan desa Wangunreja difokuskan untuk perbaikan infrastruktur. Salah satunya dengan digalakkannya pembuatan jembatan gantung.

Hal itu diakuinya untuk menunjang berbagai kebutuhan masyarakat, sehingga proses perekonomian di Desa Wangunreja terus berjalan. Sebab, menurutnya, ketika pembangunan jembatan tidak diperhatikan maka masyarakat sendiri yang kelabakan.

“Alhamdulillah, sekarang masyarakat sudah tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk pembangunan jembatan setiap tahunnya. Dulu kan jembatan terbuat dari bambu. Kalau jembatan sekarang 20 tahun pun kuat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, di Desa Wangunreja terdapat sembilan jembatan gantung dan satu jembatan beli, namun pihaknya baru bisa menyelesaikan enam pembangunan jembatan selama dua tahun masa jabatannya.

Selain itu, tiga jembatan yang langsung dibiayai Anggaran Dana Desa (ADD) yakni jembatan Ciawi Tali, Cipeueut dan Garehong. Dua berasal dari bantuan provinsi (banprov) untuk jembatan Wangun dan Bambayang. Sementara satu jembatan didanai Coporate Sosial Responsibility (CSR) Telkom Bandung.

Sebab, menurutnya, Desa Wangunreja bersifat memanjang dengan luasan 17 km persegi. Sehingga ADD tidak sepenuhnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur karena ada banyak hal lain yang perlu dibiayai dari ADD.

“Dari timur ke barat Desa Wabgunreja dibatasi Sungai Cimandiri. Begitupun dari wilayah utara dibatasi Sungai Cimandiri, sedangkan dari sebelah selatan dibatasi dengan kali Cicadas. Namun kini masing-masing kampung sudah punya akses jembatan untuk menyeberang ke wilayah kota,” imbuhnya.

Meskipun jembatan Wangun masih terbuat dari jembatan bilik, lanjutnya, tetap bisa dilewati kendaraan ringan. Sebab, Wangun adalah jembatan yang menghubungkan Kota Sukabumi dengan Desa Sukamaju, Bojongsari, Bojongkalong dan Cikangkar.

Ali berharap masyarakat bisa memanfaatkan pembangunan jembatan dengan sebaik-baiknya. Selain bisa mempermudah akses juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sedangkan untuk tiga jembatan yang belum terselesaikan tahun ini pun berdasarkan informasi akan segera dibangun jembatan gantung yang akan didanai Tarkimsih dan dana CSR Bank Jabar Banten (BJB). “Mudah-mudahan cepat terealisasi, sehingga akses semakin mudah,” harapnya.

Salah seorang warga, Dedi (32), mengaku lega dengan adanya pembuatan jembatan gantung tersebut. Sebab, bisa memudahkan anak-anaknya jika akan berangkat sekolah.

“Sekarang enak jembatannya nggak bikin khawatir kalau melintas. Dulu kan cuma pakai bambu doang jembatan gantung itu. Anak-anak bisa diantar-jemput pakai kendaraan. Jalan kaki pun bisa tanpa mengenal panas dan hujan,” pungkasnya. (dna/ade/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *