Bima Sidak Pemborong

by -42 views

METROPOLITAN – Progres pembangunan gedung Perawatan Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, makin hari kian mengkhawatirkan. Pasalnya, mega proyek senilai Rp89 miliar itu dijadwal selesai 27 Desember mendatang. Sedangkan, kondisi pembangunannya baru menyentuh angka sekitar 47 persen.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, meminta, agar PT Trikencana Sakti Utama dapat menyelesaikan pembangunan sesuai dengan targetan yang sudah ditetapkan.

“Ada waktu sekitar 67 hari kerja lagi saya harap bisa selesai sesuai dengan kontrak, ” kata Bima, saat melakukan inpeksi mendadak, ke lokasi pembangunan kemarin.

Ia menjelaskan, meski capaian baru sekitar 47 %, pengembang sudah sesuai dengan rancangan tahapan awal pembangunan. Bima meminta, agar pengembang tetap memikirkan sejumlah langkah untuk mempercepat proyek pembangunan ini.

Besok itu sudah memasuki musim penghujan, semua harus dipikirkan, ” bebernya.

Pria kelahiran 17 Desember 1972 itu meminta, agar semua pihak untuk ikut serta bersama-sama memantau perkembangan mega proyek pembangunan Gedung Perawatan RSUD Kota Bogor.

“Harus kita kawal ketat. Saya akan memantau ini secara langsung. Saya akan wajibkan pengembang, Dirut RSUD Kota Bogor dan pihak lainnya, melaporkan ke saya minimal satu pekan sekali, untuk progres capaian pembangunan ini, ” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Rubaeah, mengaku, optimis jika pembangunan gedung empat lantai dengan 264 ruang rawat inap tersebut bakal rampung sesuai dengan jadwal yang sudah di tetapkan.

“Adapun kelebihan maupun fasilitas yang ada di RSUD yakni adanya penanganan penyakit jantung, penanganan kanker dan penanganan ortopedi termasuk alat alat penunjangnya. Semoga saja proyek ini bisa selesai sesuai dengan harapan dan target, ” singkatnya.

Terpisah, Pimpinan DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menambahkan, dengan progres 47 persen dan sisa waktu pekerjaan tinggal 67 hari, menurutnya harus ada kerja ekstra keras dari kontraktor dengan tenggat waktu yang tersisa.

“Kami ingin proyek ini bisa selesai sesuai dengan jadwal seperti yang sudah direncanakan, ” cetusnya.

Dalam hal ini, lanjut Atang, perlu ada penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) atau pekerja untuk bisa mengejar berbagai kekurangan yang ada. Namun, meskipun ada penambahan SDM tetapi tetap sistem pengawasan harus diperkuat jangan sampai nanti ada kekurangan bahkan insiden dalam hal pekerjaan.

“Kami dari DPRD dan Pemkot Bogor akan langsung mengawal. Mudah mudahan kita kawal bersama dan secara reguler akan dimintai laporan juga dari Plt Dirut RSUD sehingga di akhir tahun ini bisa selesai dan menjawab kebutuhan warga yang memerlukan tambahan pelayanan kamar, ” tutupnya. (ogi/c/yok)