Bos Truk Bangun Penangkaran Elang di TSI

by -56 views
FOTO BERSAMA: Bos truk Hino asal Jepang foto bersama Elang Jawa yang terancam punah.

METROPOLITAN – Bos perusahaan kendaraan asal Jepang PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, Kazushi Ehara, membangun sangkar penangkaran Elang Jawa di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, kemarin.

Didampingi Direktur TSI Jansen Manansang, Kazushi menjelaskan, program konservasi Elang Jawa tersebut bertujuan meningkatkan populasi spesies yang dilindungi.

Proses perkembangbiakan Elang Jawa akan dimonitor dan dipelajari peneliti dan tim ahli dari TSI dan universitas lokal.

Hasil penelitian itu diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan perkembangbiakan Elang Jawa dalam penangkaran (eksitu).

Bekerja sama dengan TSI merupakan CSR yang meliputi dua program, mulai dari perkembangbiakan (breeding) dan penelitian tentang reproduksi Elang Jawa yang dilaksanakan satu tahun.

“Dengan membangun kandang dan penelitian perkembangbiakannya, Elang Jawa diharapkan terhindar dari kepunahan, sehingga di kemudian hari masih bisa dilihat anak cucu kita,” ujarnya.

Untuk menunjang kondisinya, Kazushi melanjutkan, kandang perkembangbiakan Elang Jawa dibangun sedemikian rupa di lokasi terpisah yang jauh dari keramaian dengan tinggi mencapai 12 meter.

Hal ini untuk memberikan ruang yang luas dan tinggi menyerupai tempat tinggal Elang Jawa di alam liar.

Sepasang Elang Jawa akan menempati kandang perkembangbiakan ini. Harapannya, anakan Elang Jawa hasil perkembangbiakan dari pasangan ini di Lembaga Konservasi Eksitu Taman Safari Indonesia, jika dinilai sehat secara medis, akan dilepaskan ke habitat alaminya untuk menambah populasi Elang Jawa di alam (insitu).

Sekadar diketahui, TSI sebagai Lembaga Konservasi Eksitu telah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang konservasi spesies langka dan dilindungi.

Dirut TSI, Jansen Manansang, menambahkan, Elang Jawa yang merupakan spesies burung pemangsa endemik (asli) Pulau Jawa ini harus dilindungi, mengingat populasinya hanya tinggal 300 hingga 500 ekor. (viv/suf/py)

Loading...