Daen Ingin Bangun Pendidikan di Ujung Perbatasan Bogor

by -38 views

METROPOLITAN – Melihat kondisi masyarakat Kabupaten Bogor, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Daen Nuhdiana merasa prihatin. Sebab, belum bisa dikatakan sejahtera.

Hal itu dilihat dari segi pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat yang masih berada di bawah.

Lulusan Universitas Pakuan itu menilai bahwa memang masih sulit untuk mendapatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai kebutuhan di Kabupaten Bogor.

Pasalnya dari jumlah penduduk yang mencapai 5,8 juta jiwa, kehadiran 17 ribu ASN masih jauh dari kata cukup.

”Jadi bagaimana kita mau melaksanakan pelayanan kepada masyarakat kalau tenaga pelayanannya kurang,” katanya.

Satu-satunya anggota dewan dari Partai Hanura itu menilai untuk menyejahterakan masyarakat Bumi Tegar Beriman, pemerintah, legislatif dan masyarakat harus saling bahumembahu.

Permasalahan yang selama ini ada tidak bisa dititikberatkan hanya kepada pemerintah ataupun legislatif.

”Memang pemerintah daerah harusnya memberikan fasilitas kesejahteraan. Tetapi tetap yang namanya kesejahteraan itu harus berawal dari masing masing masyarakat itu sendiri,” terangnya.

Namun, hal terpenting yang harus diperhatikan saat ini adalah di sektor pendidikan.

Di mana sarana dan prasarana harus bisa menjadi landasan untuk mencetak sumber daya manusia yang lebih baik.

”Kalau pendidikannya masih kurang ya susah juga untuk meningkatkan SDM-nya. Dan kalau kesehatan juga masih rendah ya susah juga,” lanjutnya.

Ia berjanji akan mendorong pembangunan sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan yang ada di Kabupaten Bogor, khususnya di ujung perbatasan Bogor.

”Untuk masalah kesejahteraan itu memang pemerintah daerah harusnya memberikan fasilitas kesejahteraan. Tetapi tetap yang namanya kesejahteraan itu harus berawal dari masing-masing masyarakat itu sendiri. Tapi memang perlu adanya dorongan dari pemerintah agar masyarakat bisa sejahtera,” pungkasnya. (cr2/b/ els/run)