Defisit, Pokir dan Perjalanan Dinas Dipotong

by -266 views

METROPOLITAN – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, untuk tahun anggaran 2020 masih defisit. Defisit APBD untuk tahun anggaran 2020 menyentuh angka sekitar Rp300 miliar.

Defisitnya sekitar 300 miliar kalau kita memenuhi semua usulan yang diajukan para Dinas, ” tutur Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Ade Sarip Hidayat, belum lama ini.

Untuk mengatasi hal tersebut, sambung Ade, TAPD mesti membaca secara detail tentang program yang diusulkan dan akan dibiayai oleh dinas masing-masing menggunakan APBD. Pihaknya juga memastikan akan menangguhkan sementara, sejumlah program yang sudah diusulkan.

Kita akan kaji secara detail, apakah kegiatan itu menunjang untuk pencapaian Rancangan Program Jangka Menengah Daera (RPJMD) atau tidak. Kan kita punya sejumlah program prioritas, jadi harus kita pilih dulu mana yang harus didahulukan mana yang mesti di tahan dulu, ” bebernya.

Meski sejumlah program yang diusulkan sejumlah dinas akan ditangguhkan, Ade bakal memastikan jika program-program tersebut, bukan merupakan prioritas dari RPJMD Kota Bogor.

“Ini yang harus kita perhatikan, jangan sampai ada kesalahan dalam penghapusan program nanti, ” ujarnya.

pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor ini mengaku, tak ingin banyak berkomentar mengenai hal tersebut. Lantaran pihaknya perlu membaca dan mengkaji sejumlah program yang dijukan terlebih dahulu.

Makannya harus kita pelajari secara detail, kalau memang program itu unggulan dan merupakan prioritas tentu harus kita utamakan, jangan juga nanti kita mendahulukan program yang lain, yang tidak ada kaitannya dengan RPJMD, ” tandasnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berkilah, jika saat ini Pemerintah Kota Bogor mengalami defisit anggaran pada 2020 mendatang. Dirinya juga meyakini hal tersebut tidak akan terjadi, karna saat ini pihaknya tengah berdiskusi mengnai hal ini.

“Bukan defisit hanya belum mencapai titik temu, antara rencana pemasukan dan rencana pengeluaran, tapi setiap tahun pasti seimbang, pasti ada titik temunya. Kita sudah sepakat dengan pimpinan dewan akan ada pemangkasan sejumlah program. Khususnya program non prioritas, ” ujarnya.

Tak hanya itu, untuk menangani hal ini, Bima juga mengaku akan mengurangi sejumlah perjalanan kerja yang ada pada setiap dinas.

“Kita juga akan mengurangi perjalanan dinas, kita akan instruksikan di tahun depan mana yang perlu dan tidak perlu. Pokonya acara ceremoni dan upacara yang tidak ada subtansinya, ” tegasnya.

Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga berencana bakal merampingkan sejumlah Pokok Pikiran (Pokir) Dewan, demi menyeimbangkan APBD Kota Bogor tahun anggaran 2020 mendatang.

“Pokir dewan juga akan kita pangkas. Khususnya program, titik, kegiatan, yang memiliki kesamaan. Lebih lanjutnya sedang kita rumuskan, kemarin kita sudah ada kesepakatan dengan dewan, ” ujarnya.

Bima juga bakal menyeleraskan Pokir Dewan, dengan program prioritas yang ada di dinas-dinas.

“Kita mencari titik temu antara pelaksanaan dari dinas dan apa yang dibutuhkan warga. Jadi aspirasi dewan, nantinya nyambung di musrembang semua. Itu titik temunya karna ini semua tentang progran prioritas yang masuk dalam rpjmd, ” tutupnya. (ogi/b/yok)

Loading...