Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Sindir Oknum Ormas

by -58 views

METROPOLITAN – Sebanyak 1.064 calon kepala desa (kades) di Kabupaten Bogor melakukan deklarasi damai, tepat di Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2019 di Gedung Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong. Mengenakan kemeja putih dibalut celana bahan hitam, para calon kades dari 273 desa duduk rapi hingga membeludak di luar gedung.

Hiruk pikuk panitia terlihat menginventarisasi tamu undangan yang hadir. Tampak lengkap aparatur pemerintahan mulai dari camat hingga TNI dan Polri beserta SKPD terkait menghadiri acara itu.

Bupati Bogor Ade Yasin dalam sambutannya sempat menyindir oknum organisasi masyarakat (ormas) di Bumi Tegar Beriman, yang diduga memberi kegaduhan dalam pilkades serentak 2019 ini. “Semua bisa dilaporkan ke kepolisian karena mereka bukan pihak berwajib,” katanya.

Jika ada oknum ormas yang menimbulkan keresahan dalam berkampanye seolah seperti aparat sambil mengintimidasi warga, ia menegaskan semua itu bisa dilaporkan ke kepolisian ataupun koramil setempat. “Kalau ada ormas loreng-loreng begitu yang buat keresahan, laporkan saja,” tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan 1.064 calon kades tersebut.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menegaskan calon kades tidak perlu khawatir. “Kalau ada intimidasi, tindakan ancaman kekerasan, silakan saja lapor ke kepolisian untuk ditindaklanjuti dengan proses hukum,” kata Joni.

Joni mengatakan, aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP akan bersama-sama mengamankan pilkades di Kabupaten Bogor. Sekitar 3.000 personel akan diterjunkan agar pilkades berjalan aman dan kondusif.

Joni menuturkan, sebanyak 273 desa akan menyelenggarakan pilkades serentak dengan calon kades sebanyak 1.064 orang. Penempatan personel di tiap desa untuk menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibagi sesuai kategori.

Untuk desa kategori aman atau tidak rawan, tiga personel akan diturunkan. Untuk desa yang kategori sedang, lima personel. Lalu untuk desa rawan konflik, lanjut Joni, sepuluh personel akan disiagakan.

“Nah, jumlah personel yang pengamanan itu tidak melekat, sifatnya mobile. Dalam arti membantu zona di daerah mana yang dianggap rawan. Pembagian desa itu macam-macam kategorinya. Ada yang secara historis pernah konflik, jumlah penduduknya besar, atau termasuk rawan terhadap kriminalitas. Di situ kita pertebal jumlah personel di sana. Untuk desa yang rawan, kurang-lebih ada puluhan lah,” tuturnya.

Di tempat yang sama, salah seorang calon kades dari Desa Cihideungudik, Kecamatan Ciampea, Deni, mengaku mendukung penuh kegiatan tersebut demi terciptanya pemilihan yang damai. “Pesta demokrasi tingkat desa ini harus berjalan dengan adil dan transparan. Oleh karena itu, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini,” kata Deni.

Terlebih desa merupakan ujung tombak pembangunan suatu daerah. Bahkan, maju atau tidaknya daerah tergantung dari desa dan masyarakatnya. “Dari desa kami siap membangun bangsa,” tegasnya. (yok/mam/run)