Demo Anarkis Jelang Pelantikan Presiden ditolak Unsrat Manado

by -

METROPOLITAN – Adanya larangan mahasiswa melakukan aksi demo jelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Ma’aruf Amin mulai direspons akademisi perguruan tinggi.

Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado misalnya, mengutuk keras adanya aksi demonstrasi mahasiswa yang bersifat anarkis.

“Kami mengutuk keras aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung anarkis bahkan hingga menimbulkan korban. Saya berharap mahasiswa Unsrat tetap menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelantikan tersebut,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsrat Manado, Ronny Gosal di Manado, Kamis 17 Oktober 2019.

Unsrat Manado kata dia, mendukung terlaksananya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih hasil Pemilu 2019 secara aman dan damai. “Kami juga menolak segala aksi yang bersifat radikalisme dan terorisme yang membuat pecah belah bangsa,” katanya.

Viola Pongajouw, salah satu mahasiswa Unsrat Manado, menginginkan pelantikan presiden dan wakil presiden juga berjalan dengan damai dan lancar.  “Saya mendukung pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih tahun 2019 dan menolak segala aksi yang bersifat radikalisme dan terorisme yang membuat pecah belah bangsa,” ujarnya.

Dia juga mengecam aksi demonstrasi anarkis seperti yang terjadi baru-baru ini. Untuk itu, ia mengajak mahasiswa dan mahasiswi se-tanah air untuk tetap menjaga keamanan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Diketahui, pelantikan presiden dan wakil presiden akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang di Jakarta. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *