Deretan Pantun Bamsoet di Pelantikan Presiden

by -92 views
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

METROPOLITAN – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) melemparkan banyak bait pantun dalam pidatonya di sidang pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, kemarin. Dari apresiasi terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga ucapan terima kasih kepada wakil presiden Jusuf Kalla (JK).

Bamsoet membuka pidato dengan pantun yang berisi apresiasi terhadap kebesaran hati Prabowo-Sandi. Sebab, keduanya bersedia hadir dalam pelantikan Jokowi-Ma’ruf.

Selanjutnya, pantun-pantun diselipkan di tengah-tengah pidatonya. “Teuku Umar ke Kertanegara, dijamu nasi goreng Ibu Mega. Pak Prabowo memang tak jadi kepala negara, tapi tetap bisa berkuda dan lapang dada,” kata Bamsoet.

Mendengar pantun dari politisi Partai Golkar, Prabowo dan Sandiaga Uno pun tampak bereaksi. Prabowo terlihat langsung bertepuk tangan secara kencang sambil tersenyum lebar.

Di sampingnya, terlihat pula Sandiaga Uno yang juga tersenyum lebar sambil bertepuk tangan. Pantun berikutnya disampaikan untuk Jusuf Kalla (JK) dalam Bahasa Bugis.

“Buah panasa buah durian. Tempe’dding riyala enungeng. Temmaka raja pabberena. Temakulle rirekeng pappi de cena,” katanya.

Pantun tersebut bermakna ungkapan terimakasih kepada JK atas pengabdiannya sebagai wakil presiden lima tahun ini. Setelah itu, Bamsoet juga melempar pantun kepada Jokowi-Amin.

“Bernyanyi berdendang sambil gembira. Tanda hati sedang bersuka cita. Jika berkuasa janganlah lupa. Karena rakyatlah kita dipercaya,” katanya.

Lalu, “Jalan-jalan ke Gunung Jati, singgah di pasar beli kemiri. Kita semua harus siap mati, demi mempertahankan NKRI,”. “Terbang tinggi burung merpati, hinggap lama di pohon mahoni. Kami titipkan NKRI pada Pak Jokowi, agar rakyat hidup aman dalam harmoni,” katanya.

Usai pelantikan, Bamsoet mengungkap pantun tersebut disiapkan tiga hari sebelum acara pelantikan presiden. “Sekitar dua tiga hari yang lalu. Saya bikin sendiri, iseng-iseng aja,” ujarnya.

JOKOWI TERBITKAN DUA UU BARU

Dalam sidang paripurna MPR, Jokowi memaparkan program kerjanya lima tahun ke depan. Prioritas utama pemerintahannya adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM), melanjutkan pembangunan infrastruktur hingga

Penyederhanaan birokrasi. Selain itu, Jokowi juga berencana menerbitkan dua undang-undang baru, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, rencana itu arahnya untuk mendukung investasi.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, rencana tersebut bisa diimplementasikan melalui omnibus law yang intinya penyederhanaan aturan.

“Omnibus law izin ini kan konteksnya penciptaan lapangan kerja dan UMKM. Aslinya konteksnya sama perizinan itu kan untuk membangun ekosistem investasi. Ya arahnya ke sana juga,” katanya.

Menko Perekonomian periode pertama Kabinet Kerja Darmin Nasution, kata Susiwijono pada jumat kemarin sudah mengirimkan ke Presiden mengenai 71 UU yang mau disederhanakan.

Apa yang jadi keinginan Jokowi akan ditindaklanjuti jika belum tercover. “Kalau ada arahan, baru kita lanjut lagi. UMKM sama lapangan usaha bisa masuk situ,” sebutnya.

Sementara itu, Darmin Nasution mengatakan bahwa keinginan untuk membuat dua UU di atas adalah ide langsung dari Jokowi. Namun dirinya tak mau berbicara lebih banyak. “Justru itu, itu idenya presiden itu,” tambah Darmin. (dtk/els/run)