Dewan Pangkas Anggaran Dinas Malas?

by -38 views

METROPOLITAN – Lambatnya penyerapan anggaran yang dilakukan tiga dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengundang perhatian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Rudy Susmanto.

Kabarnya, politisi Gerindra itu tak segan memangkas ke-giatan belanja di dinas tersebut pada Anggaran Pendapa-tan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. “Kita akan panggil besok (hari ini, red). Kalau benar mereka bekerja tidak benar, kita akan pangkas anggaran belanja kegiatan mereka pada tahun berikutnya,” kata lelaki yang akrab disapa Mas Rudy itu.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mempunyai pandangan sendiri terkait minimnya serapan anggaran yang dilakukan jajarannya. Menurutnya, ke-terlambatan terjadi karena administrasi yang belum di-selesaikan para pengembang. Padahal, pekerjaannya ba-nyak yang sudah selesai.

Ia sendiri mengaku setiap bulannya memantau proyek-proyek pekerjaan yang masuk anggaran Belanja Langsung yang dilelangkan di Badan Layanan Pengadaan Barang/Jasa (BLPBJ). Sehingga ia op-timis di sisa waktu dua bulan ini dinas-dinas tersebut bisa meningkatkan nilai serapan anggaran.

”Sehingga saya optimis sam-pai akhir tahun ini silpanya di bawah Rp400 miliar, karena sudah lihat prediksi. Cuma kalau kita tanya, di lapangan itu di laporan dinas memang baru 30 persen. Tapi untuk pengerjaannya sudah 100 per-sen,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Patokan lelang yang ada di BLPBJ, menurut Iwan, masih memberikan catatan positif. Dari total 931 paket lelang yang ada di BLPBJ, sudah 843 paket yang selesai dan 40 yang masih berjalan. Di sisa dua bulan, masih ada 26 paket yang masih persiapan dengan sebelas paket yang gagal tender tapi masih bisa berlanjut.

Sedangkan untuk paket yang gagal tender sepanjang 2019 ada sebelas paket. ”Maka dari itu kami tidak terlena dan akan kita pantau suksesnya lelang ini diimbangi dengan selesainya sebuah pekerjaan. Mungkin nanti ada penambahan waktu atau addendum,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kabar mengejutkan datang dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bogor. Di sisa waktu dua bulan kurang, serapan anggaran APBD 2019 di sejumlah OPD Pemkab Bogor masih rendah. Sedikitnya ada tiga dinas yang masih mengalami penyerapan ang-garan di bawah 35 persen.

Data yang dihimpun Metropolitan, dari anggaran yang digelontorkan Pemkab Bogor ke DPKPP senilai Rp87.108. 814.000, mereka baru bisa menyerap anggaran sebesar Rp23.348.672.528 atau 26,80 persen. Sementara untuk DPUPR, dari anggaran senilai Rp1.021.329.718.000 baru bisa terserap sebesar Rp338.241 .715.054 atau 33,12 persen.

Sedangkan untuk Dinkes, dari anggaran sebesar Rp1.574.124.811.000, mereka baru bisa menyerap anggaran sebesar Rp522.578.029.188 atau 33,20 persen. (cr2/c/rez/run)