Dibongkar setelah 15 Tahun

by -

METROPOLITAN – Kios dan bangunan liar (bangli) semi permanen yang sudah berdiri lebih dari 15 tahun di bawah Jembatan Ceger alias jembatan cinta, RW 7 Kampungsawah, Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, akhirnya rata dengan tanah. Petugas gabungan berhasil mengeksekusinya, kemarin. Tak cuma bangunan semi permanen dan kios hingga warung rokok, rupanya lokasi tersebut juga sempat dijadikan rumah biliar. Terbukti dengan adanya tiga meja biliar.

Petugas gabungan terdiri dari Satpol PP bersama Pemerintah Kecamatan Bogor Utara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup, membongkar tak kurang dari sepuluh kios bangunan semi permanen dan satu gudang rongsokan.

“Yang dibongkar ada sepuluh bangunan dan satu gudang rongsokan, milik sepuluh orang, yang berdiri semi permanen diatas tanah negara. Ya nggak boleh digunakan perorangan. Jadi kami bongkar dan akan kami kembalikan manfaatnya, ” kata Camat Bogor Utara, Rahmat Hidayat saat ditemui Metropolitan di kantornya, kemarin.

Ia mengaku kaget saat mengetahui adanya tempat sewa biliar di lokasi kolong jembatan tersebut, dengan berjejernya lengkap dengan tiga unit meja biliar. Namun, meja-meja tersebut sudah dibersihkan terlebih dahulu oleh sang pemilik saat pihak kecamatan mulai melakukan sosialisasi akan melakukan penertiban.

“Penertiban sudah bertahap, awalnya sosialisasi sampai pemberian surat himbauan penertiban secara sukarela. Ya kaget juga ada sewa biliar, mejanya sudah dibersihkan sendiri. Petugas fokus meratakan bangunan serta membersihkan lokasi. Untuk yang warung-warung toko bergeser ke tanah warga, dengan skema sewa kepada pemilik, ” ujarnya.

Mantan kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang Jasa (Adbang PBJ) Setda Kota Bogor itu menambahkan, satu alat berat hingga belasan truk milik Dinas PUPR dan DLH pun diterjunkan untuk membantu penertiban dan pembersihan. Agar tidak kembali berdiri bangunan liar di bawah jembatan tersebut, Rahmat mengaku lokasi yang merupakan pintu masuk menuju Jalan Regional Ring Road (R3) dan Perumahan Bogor Lakeside itu akan dimanfaatkan sebagai taman kota oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim), agar lebih asri dan nyaman.

Sejauh ini, masih ada beberapa titik se-Kecamatan Bogor Utara, milik tanah pemerintah, yang ditempati dan dimanfaatkan sebagai bangunan liar oleh masyarakat. Sebagian besar digunakan untuk berusaha sebagai warung-warung kelontong hingga makanan. Tak kurang ada empat titik di wilayah Kecamatan Bogor Utara yang sudah dikeker dan segera dilakukan penertiban.

“Hal itu sejalan dengan visi misi pimpinan mewujudkan Kota Bogor Ramah Keluarga, merapikan tata kota juga. Dari pantauan saya, setidaknya ada empat titik serupa di wilayah ini yang perlu ditertibkan. Lokasinya memang strategis itu, ” tukas pria yang juga pernah menjadi manajer Persikad Depok itu.

Terpisah, Ketua RW 7 Kelurahan Tanahbaru, Syaiful Anwar mengaku bersyukur lantaran bangunan semi permanen yang sudah berdiri sekitar 15 tahun secara liar itu bisa ditertibkan. Sebab, terlihat sangat mengganggu tata kota.

“Semi permanen, bawahnya tembok, atasnya triplek, sudah belasan tahun, akhirnya bisa ditertibkan. Ya menghindari dipakai nggak benar, ” pungkasnya. (ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *