Diciptakan Selama Tiga Bulan, Delapan Kali Gagal

by -3.7K views
INOVASI: Mahasiswa UIKA Bogor Aditia menciptakan cairan penghemat BBM yang akan diproduksi secara massal

METROPOLITAN – Bermodalkan tabungan uang jajan Rp460 ribu, Aditia, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, sukses menciptakan produk penghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk segala jenis kendaraan dan bahan bakar. Namanya Verta Zone.

Laporan: Yogi Faisal

Produk penghemat BBM ini terbuat dari minyak atsiri. Atsiri merupakan salah satu cairan yang mengandung 40 persen sereh, yang dapat membantu menghemat BBM untuk segala jenis kendaraan. Kisah sukses Adit berawal dari tekad jiwa wirausaha yang menggebu untuk menciptakan suatu produk yang memiliki dampak besar dan dapat dinikmati masyarakat luas. Namun, kisah manis dirinya tak berjalan mulus.

Berlokasi di kamar rumah pribadinya di Jalan Raya Cigudeg, Kampung Cigudeg, RT 02/02, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, eksperimennya dimulai secara bertahap. Riset dan beragam percobaan dilakoninya selepas pulang kuliah. Juli hingga September adalah waktu di mana dirinya disibukkan mencari formulasi yang tepat untuk mewujudkan impiannya. Beragam rumus dan percobaan dilakoni Adit demi mencapai produk yang sepurna sesuai inginnya.

Delapan kali kegagalan harus dirasakannya kala menciptakan Verta Zone. Butuh waktu sekitar tiga bulan untuk menyempurnakan produk yang diciptakannya. Kegagalan demi kegagalan tak lantas membuat dirinya pasrah. Sebaliknya, hal itu dijadikannya sebagai penyemangat.

Hingga Sabtu, 21 September silam, formulasi Verta Zone ia temukan. Tak hanya menghemat BBM, Verta Zone juga dinilai mampu memaksimalkan pembakaran mesin pada kendaraan yang dapat menghasilkan tenaga dan performa kendaraan lebih baik dari biasanya. “Dulu saya sampai frustrasi, malah ada niatan untuk berhenti melakukan ini. Tapi akhirnya saya terus bangkit dan bangkit lagi. Kesulitannya itu ada pada mengatur dan mencari takaran yang tepat untuk produk ini sendiri,” tuturnya kepada Metropolitan, kemarin.

Usai mendapatkan formulasi yang tepat, Aditia langsung memproduksi secara massal produk temuannya itu. Sebanyak 30 botol Verta Zone berukuran 12 mililiter ia produksi untuk kemudian dipasarkan sendiri. Rekan terdekat, teman sejawat hingga sejumlah kalangan lainnya, tak luput dari sasaran pemasaran produk jerih payahnya. Beragam pertanyaan dan rasa keraguan dilontarkan mereka saat mendengar produk ciptaannya.

Namun dengan lapang hati, lelaki kelahiran 27 Januari 1996 itu tak terpancing perkataan mereka. Berbagai cara dan upaya pun terus dilakukan Aditia untuk memasarkan produk ciptaannya itu. Tak kenal lelah ia lakukan itu semua demi buktikan kualitas produknya. “Untuk membuktikannya, saya langsung masukkan 6-12 tetes Verta Zone ke dalam tangki bahan bakar kendaraan mereka.

Saya bandingkan sebelum dan sesudah menggunakan Verta Zone. Dan hasilnya mereka percaya, bahkan langsung beli Verta Zone ini. Tiga puluh botol habis dalam waktu sepuluh hari saya berjualan. Dan sekarang saya sedang produksi lagi,” paparnya.

Tak hanya menghemat BBM 20 hingga 40 persen, Verta Zone juga memiliki sejumlah keunggulan lainnya. Di antaranya menyempurnakan pembakaran mesin dan performa engine treatment, membersihkan kerak piston, membuat getaran mesin lebih halus dan menurunkan temperatur mesin. “Penggunaannya juga cukup mudah, teteskan saja Verta Zone ke tangki kendaraan.

Setiap satu liter BBM cukup tiga tetes saja. Kalau yang baru pakai, untuk awal bisa dua kali lipat dari pemakaian biasa. Tidak ada risiko salah takaran karena Verta Zone aman untuk mesin. Jadi mau kebanyakan juga tidak apa. Verta Zone juga bisa digunakan di segala jenis BBM dan kendaraan,” jelasnya.

Soal target, mahasiswa yang amat menyukai tantangan itu bermimpi dalam waktu dekat bisa membuka sejumlah cabang penjualan, khususnya di wilayah Jabodetabek. “Semoga di tahun ini saya bisa melebarkan pemasaran Verta Zone. Bahkan saya bermimpi Verta Zone ini bisa menjadi salah satu produk unggulan dari Bogor untuk Indonesia,” tutupnya. (ogi/c/els/run)