Distribusi Blangko KTP-el Disoal

by -38 views
TERBATAS: Keterbatasan blangko KTP-el hingga dibatasinya jumlah distribusi blangko dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah membuat pemohon KTP-el tertunda.

METROPOLITAN – Lamanya proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih menjadi persoalan. Keterbatasan Blanko KTP, hingga dibatasinya jumlah distribusinya oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Semua itu menjadi dua faktor utama penyebab lama dan panjanganya proses pembuatan kartu identitas resmi warna negara Republik Indonesia ini.

 Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menjelaskan, dalam satu bulan Kota Bogor hanya diberikan kuota Blangko KTP sebanyak 500 keping untuk didistribusikan ke masayarakat. Padahal, kebutuhan dinasnya jauh lebih tinggi dari pada porsi yang diberikan.

 Dalam sehari, sambung dia, produksi cetak KTP Disdukcapil rata-rata menyentuh angka 100 keping. Baik melalui pelayanan pembuatan secara online, maupun pembutan secara offline. Hal ini tentu berbanding jauh dari jumlah kuota yang diberikan pemerintah pusat.

“Sebulan kami dikasih 500 keping, sedangkan sehari saja cetak sekitar 100. Ya semua tidak cukup lah,” cetusnya.

Jika melihat data dari statik jumlah pembuatan, 500 blangko yang diberikan pemerintah pusat rata-rata habis dalam waktu dua hingga tiga hari. Hal ini juga yang menjadi sebab lamanya proses pembuatan KTP.

“Bagaimana mau lama, stoknya saja dua hingga tiga hari habis. Dikasih 500 keping tiga hari kemudian sudah pasti habis itu,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Mugi Lastono, menjelaskan, tak hanya memberlakukan skala prioritas untuk mensiasati keterbatasan blanko KTP.  pihaknya juga menambah sejumlah pelayanan sistem pelayanan online pada e-menanduk.kotabogor.go.id

“Sayang juga, kami mempunyai sistem canggih untuk input data KTP, tapi blangkonya tidak ada. Mau cetak pake apa kita. Jadi kita tambah pelayanan baru, agar masyarakat juga bisa terlayani dengan lebih optimal. Sambil menunggu blangko datang, kita berikan pelayanan masyarakat untuk membuat KK dan KIA secara online,” tutupnya. (ogi/c/yok)