DPR Peringatkan Sekolah soal Iuran UNBK

by -91 views

SUKABUMI – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Hera Iskandar menegaskan jangan sampai ada oknum sekolah yang memanfaatkan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk meminta iuran kepada orang tua murid.

Menurut Hera, jika sekolah belum ada fasilitas komputer untuk UNBK, jangan memaksakan untuk ikut ujian dengan sistem itu karena ujian biasa juga bisa.

“Ujian dengan sistem komputer itu bagi yang sudah memiliki fasilitas komputer dari pemerintah. Jadi tidak usah dipaksakan, ” ujarnya.J

ika ada oknum sekolah yang menarik iuran untuk ujian komputer kepada orang tua murid, tegas Hera, dapat mengadu langsung ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi.

“Bisa juga ke dewan. Kami terbuka untuk masyarakat. Sebutkan saja di mana sekolahnya, bila perlu gurunya siapa. Saya akan turun langsungwalaupun dewan bukan lembaga yang menghakimi, tetapi sebagai lembaga kontrol tidak ada salahnya, ” ucapnya.

Untuk yang belum memiliki fasilitas komputer, jelas Hera, sebetulnya bisa dialokasikan bantuan dari pusat yaitu Dana Alokasi Khusus (DAK). Kemudian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di sisi lain, sekolah di Kabupaten Sukabumi bangunannya masih banyak yang perlu diperbaiki, ” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu mengaku sebelumnya anggota Komisi IV telah melakukan kunjungan kerja Disdik Kabupaten Sukabumi sebagai mitra kerja. Selain bersilaturahmi, juga mengevaluasi apa saja program unggulan serta program yang sudah tercapai, termasuk hambatannya.

“Intinya saya selaku pimpinan komisi mengajak anggota Komisi IV memosisikan mitra kerja untuk saling menguatkan satu sama lain. Hal ini demi optimalisai anggaran yang sudah dialokasikan DPRD supaya sesuai visi-misi Kabupaten Sukabumi, ” tandasnya.

Anggota Komisi IV lainnya dari Fraksi PKS, Leni Liawati, menambahkan, kunjungan kerja ini dalam menjalankan fungsi pengawasan dari anggota DPRD dengan mitra kerja dewan.

“Kunjungan itu dalam rangka evaluasi kinerja, pengawasan anggaran dan masalah faktual lainnya yang terjadi di dinas tersebut, ” ujarnya.

Yang menjadi sorotan, jelas Lina, persoalan dari sisi anggaran, yang mana ada beberapa kegiatan yang sudah terealisasi. Meskipun ada juga yang belum karena beberapa faktor.

“Salah satunya dari hasil evaluasi, bantuan guru daerah terpencil (gurdacil), yang secara data dari pusat ternyata setelah diverifikasi Disdik kabupaten ada yang tidak sesuai, sehingga riskan kalau disalurkan, ” jelasnya.

Leni berharap Disdik Kabupaten Sukabumi ke depan mampu memberikan pelayanan terbaik dengan mengoptimalkan anggaran yang ada.

“Hal itu untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan, baik dari sisi sarana, kualitas sumber daya manusia, kesejahteraannya maupun mutu pendidikan Kabupaten Sukabumi, ” tandasnya. (suc/suf/run)

Loading...