DPT Sempat Disoal karena Keluarga

by -106 views
PENETAPAN: Ini dia proses penetapan DPT di Desa Cipenjo dalam Pilkades serentak 2019 Kabupaten Bogor.

METROPOLITAN – PERSOALAN ini sendiri bermula saat calon kades, Kohandi hendak menandatangani DPT. Namun, dalam draf itu ia menilai ada pengurangan dan penambahan serta Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Kelu-arga (KK) yang tidak singkrong dengan data dari Disdukcapil. Kohandi pun menyatakan keberatannya. ”Saat mau paraf DPT ternyata saya koreksi kembali masih ada data yang belum lenngkap terkoreksi kurang lebih 10 suara. Bahkan ada NIK da KK ada tapi nama tidak tidak terdaf-tar pun sebaliknya, semacam itulah hal-hal yang biasa namun masih ada kesalahan seharusnya kan sudah deal,” kata Kohandi.

Menurut Kohandi, yang jadi per-soalan adalah ketika data yang di-pakai oleh panitia Pilkades tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Contonya, ketika orang yang sudah memiliki KTP dan KK pasti terdaftar Disdukcapil namun tidak terdaftar sebagai DPT. Sebe-nernya teknik dan aturan mainnya hampir sama dengan Pilgub dan Pilpres, mungkin pada pilkades saat ini memakai data Dukcapil. ”Nah yang saya pesoalkan tidak terdaftar sebagai DPT itu kebetulan saudara semua, bukan saya mem-bela harga diri keluarga. tapi kebe-tulan kejadiannya ada di keluarga saya semua dan banyak, dari kan-didat lain mungkin sedikit,” ucap dia. “Bagi saya baik atau tidaknya yang penting semua memiliki hak dan kewajidan yang sama dalam Pilkades taun ini, masalah pilihan itu hati dan nurani yang penting haknya terpenuhi,” sambungnya. Walaupun Pilkades di skor bahkan sampai diberhentikan se-Kabupaten Bogor, baginya, itu tidak jadi persoa-lan, selama masih ada data yang me-mangbelum akurat. ”kalau itu demi kebaikan kenapa tidak. Saya bukan berarti berani melawan aturan, tapi kalau aturannya tidak dijelaskan atau tidak dijalankan dengan semestinya itu akan mengacaukan Pilkades itu sendiri,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Pilkades Cipenjo, Sukarta mengakui keterlambatan dalam menginput data DPT karena masyarakat di RT dan RW itu ada yang sama, jadi dou-ble. Hal itulah yang menjadi peker-jaan yang memerlukan waktu yang ekstra. ”Di kita RT dan RW ada yang sama. Contohnya di perumahan ada RT 01 dan RW 01 pun di Kampung juga ada. Makannya sebelum kita meng-injak ke RT, untuk menyebarkan data dan di pilah, kita input dulu, tapi memang memerlukan waktu, jadi begitu diminta untuk tahapan-tahapan dari mulai awal sampai sekarang ini jadi agak terlambat,” kilahnya.

Ditanya soal salah input data, Su-karta menjelaskan untuk masalah input yang tidak sesuai dirinya ber-dalih dengan alasan pekerja yang menginput data NIK itu malam hari yang mengakibatkan ketidak fokusan pada stafnya. ”Kita bekerja malam jadi kita akui ada kurang angka, untuk masalah NIK lama kebetulan di kita juga masih ada NIK dan KK yang lama memang belum di perbaharui,” ucap dia.Meski berlangsung alot, rapat pleno yang dimulai sejak pukul 19:00 hingga 00:00 WIB, Panitia Pilkades tetap mengesahkan DPT Cipenjo berjumlah 12.146 hak pilih dan di paraf oleh semua Calon Kepala Desa.(zis/rez)