Eks Dosen IPB Incar Sembilan Toko Untuk Diledakan

by -5.2K views

METROPOLITAN – Tersangka kasus perencanaan kerusuhan di Aksi Mujahid 212, Abdul Basith cs, berencana menaruh bom-bom di lokasi pusat perekonomian dan ritel di Jakarta. Abdul Basith cs juga berencana membawa isu penjarahan toko-toko milik etnis Tionghoa.

“Ini untuk melakukan peledakan di aksi unjuk rasa untuk dompleng dan lakukan pembakaran di 9 titik di Jakarta di tempat perekonomian dan seluruh ritel di Jakarta kemudian tempat ekonomi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/10) kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwi Asih menyebut ada isu rasis yang dibawa oleh Abdul Basith cs. Isu rasis yang mereka bawa saat kericuhan adalah penjarahan dikhususkan ke toko-toko milik warga Tionghoa.

“Tujuannya untuk membuat chaos, menggagalkan pelantikan presiden, dari chaos masyarakat nggak percaya keamanan. Isu pertama itu melakukan penjarahan ke toko-toko etnis Cina,” kata Dwi.

Diketahui, polisi mengamankan Abdul Basith cs karena merencanakan kerusuhan di aksi Mujahid 212 pada Sabtu (28/9) lalu. Rencana kerusuhan itu dilakukan menggunakan bom rakitan.

Selain merusuh di aksi Mujahid, Abdul Basith cs ikut berperan dalam kerusuhan demo mahasiswa pada 24 September 2019. Kericuhan pada 24 September itu menggunakan bom molotov.

Sementara itu, Puslabfor Polri menyebut bom rakitan yang disiapkan oleh Abdul Basith dkk termasuk canggih dan berdaya ledak cukup kuat.

“Kemarin kita coba uji ledakan di Brimob itu kerusakannya cukup kuat ya. Kemarin kita coba dengan maneken itu bisa melukai orang kalau ada di TKP dan bisa terbakar,” kata Kaur Bahan Peledak Puslabfor Mabes Polri Kompol Heri Yandi.

Heri mengatakan bahan peledak tersebut memiliki daya ledak yang cukup tinggi sehingga bisa membuat paku-paku di dalamnya berhamburan keluar dan melukai orang di sekitarnya.

“Paku-paku ini bisa berterbangan hingga 30 meter,” imbuhnya.

Heri menyebut pembuat bom termasuk profesional. Ia pun menyebut bom hasil rakitan tersangka cukup canggih.”Lumayan canggih, ini sudah profesional,” imbuhnya.

Lebih lanjut Heri mengatakan 28 buah bom rakitan tersebut memiliki komponen bahan peledak.

“Kami dari Labfor Mabes Polri dengan kasus yang ada telah kita periksa barang bukti. Sebelah kiri kami terkait 28 buah bom rakitan, ini kita katakan bom rakitan karena komponen ada bahan peledak, wadah, penyulutnya untuk dia meledakkannya,” jelasnya.

Bom tersebut dikemas dalam kemasan botol kaca. Di dalamnya terdapat serbuk bahan peledak dengan campuran mulai dari detergen hingga mi instan.

“Jadi cara kerja bom rakitan ini tersangka siapkan wadah gunakan botol minuman, kemudian dimasukkan serbuk korek yang dihaluskan. Ada juga ditambahkan detergen dicampur bahan bakar kemudian di lapisan paling bawah ada merica dengan harapan pas meledak asapnya bisa kenai mata orang,” paparnya.

Tidak hanya itu, terdapat pula paku-paku yang dililitkan di luar botol. Ketika bom meledak, paku-paku itu akan berhamburan dan melukai orang.

“Kemudian ada paku. Paku ini digunakan dililit di luar wadah botol di lakban. Ini pakunya banyak, kalau ini meledak bisa mengenai orang di sekitar kejadian,” tandasnya. (dtk/mam/run)