Gubernur Mengklaim bahwa Kabut Asap di Riau sudah tidak ada lagi

by -48 views
Cuaca di Kota Pekanbaru, Riau, tampak sudah cerah pasca kabut asap disebabkan karhutla, Selasa (1/10/2019).

METROPOLITAN – Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, kabut asap disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah hilang di Riau.

“Alhamdulillah, kabut asap di Riau tidak ada lagi. Sudah hilang,” ucap Syamsuar, ketika diwawancarai wartawan saat menyambut kedatangan Kapolda Riau yang baru Irjen Agung Setya Imam Effendi di VIP Lancang Kuning Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) Pekabaru, Selasa (1/10/2019).

Dengan hilangnya kabut asap ini, kata dia, status siaga pencemaran udara sudah dicabut. Udara di Riau juga sudah membaik.

Meski begitu, Syamsuar mengakui bahwa saat ini Riau masih berstatus siaga darurat karhutla.

Sebagaimana diketahui, Riau ditetapkan status siaga darurat karhutla sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019.

“Status siaga pencemaran udara sudah kita cabut, tapi status siaga darurat karhutla masih tetap,” sebut Syamsuar.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edward Sanger juga mengatakan hal serupa. Menurut Edward, hilangnya asap berkat upaya Tim Satgas Karhutla Riau dan dibantu hujan.

Namun, diakui saat ini ada dua titik yang masih dilakukan pendinginan, yakni di Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan.

“Ada dua titik pendinginan titik asap di Dumai dan Pelalawan, tapi tinggal pendinginan titik asap. Karena kalau ditinggal, kita khawatir api muncul lagi, kita tetap antisipasi,” kata Edward.

Berdasarkan pantauan, sudah hampir sepekan kabut asap di Riau memang sudah sangat jauh berkurang di banding pekan-pekan sebelumnya. Salah satunya terlihat di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Kabut asap sudah tidak ada lagi dan jarak pandang kembali normal. Sedangkan kualitas udara di papan ISPU di Pekanbaru juga terlihat baik.

Sebagaimana diketahui, selama dua pekan di bulan September 2019, kabut asap sangat pekat menyelimuti wilayah Riau. Bencana ini mengakibatkan kualitas udara berbahaya, yang sudah sangat banyak berdampak bagi kesehatan masyarakat.

Korban asap mulai dari batuk, sesak napas, tenggorokan sakit, pusing dan juga muntah-muntah. Kabut asap juga berdampak terhadap pendidikan sekolah dan perguruan tinggi hingga melemahnya perekonomian rakyat.

Sebab, masyarakat terpaksa mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan asap.

Loading...