Jokowi Temui Petinggi Buruh di Istana Bogor

by -29 views
KONFRENSI PERS: Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Presiden KSPI Said Iqbal saat bertemu Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Senin (30/9) siang.

METROPOLITAN – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, beserta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Bogor, kemarin siang.

Pertemuan ketiganya, membahas soal wacana Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang saat ini masuk dalam agenda besar wacana revisi, yang tengah hangat menjadi perbincangan.

“Kita tadi sempat membahas dan berdiskusi panjang soal banyak hal. Khususnyanya soal ketenaga kerjaan,” papar Jokowi, saat ditemui awak media.

Selain membahas tentang revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, ketiganya juga sempat berdiskusi panjang soal membangun iklim investasi yang lebih baik di Indonesia. Dua presiden serikat pekerja terbesar di Indonesia tersebut, juga memberikan sejumlah usulan dan pandangan dalam topik yang dibicarakannya siang itu.

Kepala Negara mengatakan, akan menampung usulan tersebut sambil menerangkan bahwa usulan-usulan yang telah disampaikan keduanya merupakan usulan yang baik dan membangun. Meski begitu, presiden enggan membocorkan soal usulan yang disampaikan kedua petinggi serikat pekerja tersebut. “Tentu semua usulan akan kita tampung selama itu baik,” bebernya.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, baik pihaknya maupun KSPI telah berdiskusi dengan Presiden dan menyampaikan aspirasinya soal revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. “Kami berdiskusi cukup panjang dengan Bapak Presiden yang intinya kami meminta pemerintah untuk bersama-sama kami mengenai soal revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Selain soal Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, ketiganya juga berbicara mengenai revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015. “Nanti akan duduk tripartit (forum komunikasi dan konsultasi tentang ketenaga kerjaan,red) untuk membahas secara bersama, serta mencari solusi terbaik permasalahan ini,” paparnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh buruh dan para pekerja, untuk tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang belum jelas asal usulnya, yang berpotensi dapat memperkeruh keadaan dan berpotesi terjadi gesekan.

“Kami berharap setiap elemen yang ingin melakukan usulan ataupun gagasan yang berbeda yang diinginkan oleh kawan-kawan, lakukanlah secara konstitusi, hindari kekerasan, dan tidak menimbulkan kerugian bagi semua pihak, bagi semua rakyat,” tutupnya. (ogi/c/yok)